Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 22

Bismillahirrahmanirrahim
🎀 *Resume Kulwap Parenting KOBAR ke 22* 🎀

{ _Komunitas Ibu Belajar_ }
📅 Jum’at, 27 Oktober 2017

⏰ 20.00 WIB – Selesai
Tema: *Berdamai dengan Takdir Allah, Mengasuh Buah Hati dengan Ikhlas dan Penuh Cinta*
Nara Sumber: *Bunda Bella*
Profil Nara Sumber: 
Nama : *ILLONA*

TTL: Pekan Baru, Riau, May 1986

Domisili: Saint Louis – United States
Nama suami: *Doddy Amijaya*

Nama anak: *Annabella Amijaya*
Kegiatan/ pekerjaan: Full time house wife and Bella’s care giver.

Agama : Islam
Pendidikan :

– Psychology 2004 Universitas Paramadina,

– ESL Louis and Clark community college, 2013 Edwardsville-Illinois. 
Pengalaman kerja :

– HRD “Bakrieland Development”

– Secretary “Iko Human Development”
• Finalis abang none Jakarta Barat 2005
Akun sosmed: *ig @illonaillonalona*
Motto hidup: *”When life gives you hundreds reason to cry, show life that you have thousands of reason to smile and still be grateful”*
Moderator: *Cut Rafiqa Majid*

Co-Moderator: *Cut Syarifah Aini Majid*

Notulen: *Hasfiani, Nanda Savira Ersa, Anita, Siska Febrianti*
💞💝💞💝💞💝💞💝💞💝💞
🎙 *Moderator*
Alhamdulillah Bunda Bella telah hadir bersama kita malam ini waktu indonesia dan, pagi hari waktu amerika.. 
Saya akan membuka Majelis terlebih dahulu…
_Bismillahirrahmanirrahim_

_Innalhamdalillahi nahmaduhu wanasta’iinuhu wanastaghfiruhu Wana’udzubiillah minsyurruri ‘anfusinaa waminsayyi’ati ‘amaalinnaa_ _Manyahdihillah falah mudhillalah Wa man yudhlil falaa haadiyalah Wa asyhadu allaa ilaaha illallaah wahdahu laa syariikalah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh._
_Selawat dan salam kepada Nabiyullah kita Muhammad صلى الله عليه وسلم , kepada keluarga nya, para sahabat san orang orang yang istiqamah menjalankan sunnah Rasulullah hingga Akhir zaman.._
Sebelumnya, Izinkan kami memperkenalkan diri: 
Saya Cut Rafiqa Majid selaku pengelola Group KOBAR. 
Berikut perkenalkan Para Admint KOBAR yang Capable di Bidangnya : 
1. Welly Suardi

2. Hasfiani

3. Balqis Bararah

4. Ruvina Hakim

5. Cut Syarifah Aini

6. Yulia Andrea Nasution

7. Dilla Novianda
Dan Moderator yang bertugas pada malam ini adalah saya sendiri Cut Rafiqa Majid. Sebelumnya Co.Mod telah menerima pertanyaan dari member yang nantinya setelah Kulwap selesai semua pertanyaan dan jawaban akan di Resume oleh Notulen kobar yaitu Bu Hasfiani. 
Terimakasih kepada narasumber dan ibu ibu yang sudah berkenan hadir disini untuk mengikuti Kuliah Whatsaap Parenting KoBar yang ke 22.
Assalamu’alaikum Bunda Bella..

Gimana kabar bunda dan Bella?
Di grup ini membernya dari berbagai daerah sabang sampai meurake dan bbrp domisili LN. Dan para ibu yang selalu bersemangat belajar untuk terus menjadi Ibu yang lebih baik lagi..
Dan member grup saat ini menyimak aktif, menunggu sapaan dari Bunda Bella 💐
🎤 *Bunda Bella*
Wa’alaykumussalam warrahmatullahi wabarakatu ☺
Alhamdulillah kabar kita baik. Semoga ibu-ibu semua juga baik kabarnya
📚📖 *Materi* 📖📚
Sabar adalah kata yang ringan diucapkan namun sulit untuk diaplikasikan.
Tidak semua orang bisa bersabar, apalagi menerima dengan ikhlas penetapan Tuhan beriring dengan hikmahnya.
Namun, pasangan suami istri ini sepertinya satu dari sekian orang yang telah menemukan dan dapat mengaplikasikan kata tersebut.
Pasangan yang rupawan ini diketahui tinggal di A‎merika Serikat.
Ketika anaknya lahir Bella menjadi ujian pasangan ini yang ternyata begitu viral di sosial media.
Ribuan netizen terinspirasi dan begitu malu untuk mengeluh setiap kali membaca dan mengetahui apa yang menimpa pasangan ini.
Si Bella, gadis kecil nan imut ternyata dilahirkan dengan kondisi buta dan tuli. Karena mengidap Pfeiffer Syndrom type 2 (low chance to ‘live’)
Dilahirkan dengan kondisi kekurangan, sontak menimbulkan tanda tanya karena kedua orang tuanya tampan rupawan.
Ia tidak hanya buta dan tuli, langit-langit mulut yang langka, terbelah berbentuk hati.
Dia tak bisa menelan apapun, makan nya hanya bisa susu khusus dan disalurkan melalui selang yang disambungkan ke perutnya.
Bella punya daun telinga yg normal, tapi tak memiliki lubang.
Tapi, Bella punya orangtua luar biasa, yang tak kenal lelah berjuang, bedoa dan berikhtiar maksimal.
Sekitar umur 1 tahun, tiba-tiba ia bisa melihat sekitarnya.
Inipun tak bisa dijelaskan oleh tim dokter yang menanganinya.
Ini mukjizat, kata bunda Bella
Sekitar umur dua tahun, Bella dipasang alat khusus yang bisa membuat dia ‘berbicara’.
Alat yang harusnya tidak bisa ia gunakan, karena secara medis itu tidak mungkin, karena tak ada udara yang bisa keluar masuk dari tenggorokannya.
Parahnya, selain menderita Pfeiffer Syindrom, Bella juga didiagnosa Sleep Apnea. Jadi saat tidur, otak kecil Bella lupa memerintahkan paru-paru nya untuk bernapas.
Bella hanya bernapas 2-3x dalam semenit, bahkan pernah juga selama 70 detik, Bella tidak bernapas sama sekali.
Karena itulah, saat tidur bella pake ventilator.
Sontak kisah Bella dan kedua orang tuanya yang begitu sabar begitu viral dan menjadi inspirasi banyak orang.
Berikut tulisan akun instagram illonaillonalona ibunda Bella.
Bismillahhirrohmanirrohim..
Banyak message yg masuk juga bbrp comment menanyakn “sakit apa Bella??”
Bella sakitnya complex, saya sendiri klo ditanya atau disuruh cerita bingung mau mulai drimana. Pdhl saya orgnya suka sekali bercerita
Saya singkat aja ya, Bella lahir dg rare genetic syndrome, namanya Pfeiffer Syndrome type 2.
Pfeiffer syndrome itu ada 3 type, menurut research dokter yg tdk “parah” adlh type
1. Yg paling parah dan low chance to “live” adlh yg type 2&3. Selain itu, Bella juga terlahir dlm keadaan BUTA dan TULI. Kedua telinga Bella tidak ada lubangnya alias tertutup rapat, meskipun berbentuk telinga. Bella juga terlahir dgn kondisi rare high pallette didlm rongga mulutnya (langit2 mulutnya terbelah dan berbentuk “HEART SHAPE”. Bgaimana dgn penglihatan Bella skrg?
Alhamdulillah bisa melihat walaupun menurut doctor ga bs diketahui sebagus apa penglihatannya, kapan Bella mulai bs melihat?? tepatnya sebelum usia 1 tahun, Bella tiba2 bisa melihat.
Kok bisa?? Mukjizat Allah, tidak ada yg tau.
Dokterpun ga bs menjelaskan knp bs, krn sebelumnya saya berkali2 minta dokter utk tes lagi lagi dan lagi pd mata Bella(berharap ada perubahan dan mukjizat), dan hasilnya selalu sama
“your daughter not able to see, she is not responding, still not responding, more likely she is blind”.. 
Berikut ini komen netizen yang terharu dengan kisah Bella:
pammugar “Subhanallah…, Terharu sekali, semangat Bella syg ya…, Allah pasti akan memberikan yg terbaik buat Bella , bunda dan ayah. Aamiin.”

**********
putriagustina522 “Mukjizat allah nyata kak…di balik sakitnya di berikan anugerah luar biasa hebatnya..dan dy hadir di tengah2 ortu yg luar biasa hebatnya…. Terima kasih sudah mengispirasi,”

**********
wistyananda “Subhannallah kak @illonaillonalona setiap akubliat postingan kaka dan cerita kaka aku terharu bgt… kaka dan suami adalah orgtua yg hebat dengan ikhlas dan sabar untuk menjaga amanah dan titipan Allah …. insha allah surga untuk kalian berdua … dan beruntung nya bella punya org tua sprti kalian …. ps: bella anak solehah yg pintar, onty takjub liat nya … onty doain yg terbaik sll buat bella. Mudah2an Allah sll kasih kebaikan dan mukzijat dalam hidup bela … terus berjuang sayang. Sehat terus … dan untuk ayah bunda nya bella. Smga sll diberi sehat sm Allah spya bs terus jagain bella. Dan diberikan sabar serta lapang dada untuk ikhlas menghadapi ujian …. am proud of u both …,”

**********
Hidup kita singkat, kesehatan anak saya unpredictable, begitupun saya, saya hanya ingin melakukan yang terbaik untuk anak saya.
Saya tidak tahu berapa Allah Azza Wa Jallaa Kasih saya hidup, jika esok saya berpulang, saya tenang, karena sudah memberikan yang terbaik dan mengajarkan yang terbaik yang saya bisa untuk bella 
Dengan segala keterbatasan saya, saya bercita-cita agar bella bisa tetap menikmati hidupnya meski hanya bertemankan saya di rumah sehari-harinya. Berbahagia dengan apa yang dia miliki dan bersyukur atas setiap ilmu baru yang dia pelajari setiap waktu. 
Bunda Bella 
•••••••••••••••••
⁉️ *Sesi Tanya Jawab* ⁉️
Pertanyaan ke 1⃣
Assalamu’alaikum

Bagaimana bisa menjadi ibu yg begitu sabar seperti bunda? mohon tips2 nya bun. Jazakillah khairan
• Hariyani, Kobar Aisyah, Jogja•
🌺 Jawaban:

Wa’alaikumsalam wr. wb, Ibu Hariyani di Jogja. Bagaimana caranya agar bisa sabar? 

Menurut saya, kuncinya adalah bagaimana caranya kita bisa ikhlas terlebih dulu. Jika bisa ikhlas akan segala sesuatu, InsyaAllah sabar akan datang dibarengi dengan ikhlas itu.
Pertanyaan ke 2⃣
Perkenalkan, Bunda Bella, Mb Illona, saya Deean, ortu dr penyandang autis low functioning, non verbal, 15 thn.
Pertama kali saya tau ttg Bella saya langsung merasa malu karena ujian Mb jauh lbh berat dibanding yg saya hadapi. Malu krn kadang sering ngerasa byk ngeluh dan patah semangat. Jika dimisalkan lari, mungkin kami lari marathon, dan Bunda Bella dan kelg lari Sprint, karena kondisi Bella yg hrs berkali2 operasi, dan sll dipantau bahkan ketika tidur.
Saya tdk akan bertanya “apa yg Mb rasakan” karena itu jg yg sdh siang malam saya rasakan. Aplg jk berpikir ttg masa depan. 😄
Yang ingin saya tanyakan, saya tertarik dg alat komunikasi yg Bella gunakan. Apa namanya dan bgm cara kerjanya. Apakah berupa alat yg hrs kita beli, atau hanya aplikasinya saja. ( walaupun tnynya sambil harap2 cemas nebak harga dan ga yakin sdh ada di Indonesia )
Terima kasih Bunda Bella karena mau berbagi dg kami. Salam sayang untuk Bella 😘
•Deean, Kobar Aisyah, Jogja•
🌺 Jawaban:

Wa’alaikumsalam. Mbak Deean di Jogja yang bertanya mengenai alat komunikasi yang Bella pergunakan sehari-hari. Nama alatnya adalah Accent 1000, perusahaan yang membuat alat tersebut adalah Prentke Romich Company. Untuk harga variatif. Harga alat yang Bella pakai hampir 15.000 USD. Harganya berbeda sesuai ukuran, Bella memakai size medium, ada yang lebih kecil dan ada yang di atas Bella yang lebih besar dari yang Bella gunakan. 
Cara pakainya, Bella harus bisa menghafal ikon yang disitu. Ada 1000 kalimat, 1000 kata dan 1000 ikon. Sekarang sudah lebih karena terus dimasukkan kalimat, kata dan ikon baru. Pertama, untuk menggunakan alat ini memory harus kuat. Lebih baik jika orang yang memakai mengenal huruf atau angka dengan baik, lebih baik lagi jika bisa membaca. Namun, alat komunikasi yang Bella pakai ini bisa dipakai untuk orang yang tidak bisa baca. Hanya yang ditampilkan 4 max 6 sampai 9 ikon, itu pun gambarnya besar-besar. Kalo yang Bella pakai ikonnya kecil-kecil, bener2 kata per kata. Biasanya alat komunikasi ini digunakan untuk orang dewasa bukan anak kecil. Kalaupun anak kecil pakai alat ini, seperti yang tadi saya bilang, lebih fokus ke gambar yang besar-besar. Jadi isinya gambar-gambar 4, 6 atau 9 dan itu pun satu gambarnya isinya langsung 1 kalimat panjang. Misal I want a break, I want watch TV. Tinggal klik 1 ikon dan keluar 1 kalimat panjang. Kalau yang Bella pakai, memang harus mengetik satu per satu kata, karena dalam 1 screen ada 60 ikon kalau tidak salah. Begitu kurang lebih cara kerjanya. 
Complicated? Iya. Alat ini mengunakan software seperti yang dipakai di komputer. Jika orang mau menggunakan alat komunikasi ini seperti layaknya alat komunikasi biasa seperti komputer, harus mengerti alphabet, paham angka. Kalau bisa mengetik ejaan lebih baik lagi. Kalau mau mengetik kata tinggal cari ikonnya, kalau tidak ketemu ikonnya bisa di-spelling seperti ngetik di keyboard komputer. Bella seringnya kayak gitu. Misal dia mau nulis apa, tapi nggak tersedia ikonnya di alat komunikasi itu. Nah, disitu ada bagian keyboard khusus, dia tinggal ngetik katanya nanti akan muncul sendiri di screen. Begitu kurang lebih. Semoga terjawab Bu Deean.
Pertanyaan ke 3⃣
Assalamualaikum mba ilona. Masyaaallah tabarakallah dr awal baca di fb ttg bella, nangis sendirian. Sampe ragu mau share krn sy pasti nangis terus (skrg aja sy nulisnya sambil nangis 😭) 

degdegan saya mba, jatuh cinta aja ga ky gini rasanya..
Anak sy yg kedua qadarullah CP dan sy rasa mba tau lah ya perasaan sy dr mulai “masa sih?? ah dokter salah kali”… “salahnya dmn ya? Mgkn krn faktor a b c” wallahu alam tp sy berteguh anakku seorg CP survivor dan kami orgtuanya akan melakukan semampu kami..(mhn doanya ya)
Permasalahannya adalah sibling, sy sgt yakin saudaranya sgt sayang demikian pula sebaliknya. Utk afeksi dan giving caring, kami berupaya utk berlaku adil, namun sulit. Lalu bgmn cara yg terbaik agar saudaranya bs paham dan tdk minder dg kondisi siblingnya ini?
•NN, Bandung•
🌺 Jawaban:

Wa’alaikumsalam wr.wb untuk Ibu NN di Bandung. Bagaimana cara agar saudara bisa paham dan tidak minder dengan kondisi saudaranya yang berkebutuhan khusus?
Menurut saya pribadi, sedari kecil, sedini mungkin, kita tanamkan rasa empati dan simpati kepada anak kita mengenai kondisi saudaranya yang berkebutuhan khusus. Ibu juga bisa search buku-buku yang mungkin menjelaskan bagaimana kita, bagaimana anak berinteraksi dengan anak berkebutuhan khusus. Kalau bisa ditambahkan sehari-hari, misalnya lagi santai, sedang ngobrol coba tanyakan ke si anak 

“Kamu malu nggak punya saudara kondisi begini?”

atau tanya pengalaman dia,

“ada nggak di sekolah yang gangguin, yang ngeledekin kamu?”

kalau misalnya ada, Ibu tanya bagaimana perasaannya. Ketika kita tau perasaan anak, disitu kita masuk dan kita jelaskan.

“Jangan malu, gimana pun juga itu saudara kita.”
Menurut saya kalau masalah menjelaskan itu pasti Ibu sudah sering lakukan. Tapi namanya anak-anak dia bergaul, bersosialisasi, lingkungannya kita nggak pernah tau, walaupun kita kenal dengan orang-orangnya. Selalu ajak komunikasi, ketika dia pulang dan bercerita, mungkin beruraian air mata dan menceritakan bahwa dia malu dia sedih saudaranya dihina atau segala macam, atau dia sendiri minder 

“kenapa harus aku?”
Tanamkan ke anak kita kita harus bersyukur. Apa pun kondisinya kita harus bersyukur. Dan ajak anak kita untuk selalu berdoa untuk saudaranya. Menurut saya, dengan didikan seperti itu mungkin InsyaAllah pada masanya mungkin ketika dia SMA, teman-temannya ngeledekin atau segala macam. Saat imannya goyah, dia minder, kemudian dia akan ingat, 

“Astaghfirullah, saya nggak boleh begini, dia saudara saya, saya nggak boleh begini.”
Ketika saudaranya butuh terapi, mungkin anak yang sehat bisa diajak,

“Saudara kamu butuh terapi, kamu mau ikut nggak?”

Disana mereka akan lihat ada anak-anak lain berkebutuhan khusus dan mereka nggak pernah menyerah. Anak yg sehat mungkin lebih ada perasaan gimana gitu. Itu menurut saya, karena saya sendiri belum punya anak lagi.
Kalau yang saya lihat disini, di tempat terapinya Bella kurang lebih begitu, anak yang berkebutuhan khusus terapi, saudaranya yang sehat ikut menemani. Atau kalau ada acara sekolah, saudaranya yang berkebutuhan khusus itu diajak juga, diajak join sama saudaranya yang sehat di acara sekolahnya. Jadi sekalian mengenalkan,

“ini saudara saya, dia berkebutuhan khusus dan saya nggak malu.”

 

Dan jangan pernah menyembunyikan kondisi anak kita yang sakit atau berkebutuhan khusus dari orang banyak. 
Ketika pergi ke mall bawa sekalian dua2nya. Jadi yang sehat merasakan, 

“Oh ini saudara saya, saya nggak malu pergi ke tempat umum dengan dia.”

Dan yang berkebutuhan khusus atau sakit walaupun nggak  bisa berkomunikasi dengan normal tapi dalam hati kecilnya ada rasa senang, diakui eksistensinya, 

“saya juga bisa pergi kesini dengan saudara saya, dengan orang tau saya”. 

Kurang lebih begitu ya, Bu. Semoga terjawab, mohon maaf jika ada kekurangan dalam menyampaikan.
Pertanyaan ke 4⃣

Assalamualaikum bunda…. subhanallah bunda.. pertama kali saya tau  bunda dr fb saya kagum dengan begitu besarnya kesabaran bunda dan keikhlasan bunda dalam menerima kondisi bella. Bagaimana cara bunda menyakinkan hati bunda klu ini adalah takdir Allah serta ladang amal buat bunda, tanpa melihat kelebihan anak2 org, dan melihat k diri kita. 
•Nita, Kobar Aisyah, Sukabumi•
🌺Jawaban:

Wa’alaikumsalam wr.wb, Ibu Nita. Bagaimana bisa meyakinkan hati kalau ini takdir Allah? 
Dari awal saya dan suami dikasi tau sama dokter bahwa anak di kandungan saya bermasalah. Ketika tau, reaksi saya dan suami,

“yaudah nggak apa-apa”. 
Kalau saya pribadi, saya ikhlas apapun diagnosa dokter. Waktu hamil saya sakit berbulan-bulan. Sebelum saya tau, sebelum Bella lahir dan sebelum saya tau kondisi sindromnya. Saya berdoa, 
*“YaAllah saya lillah, saya ikhlas apapun yang terjadi dengan saya saat kehamilan ataupun saat mendekati kelahiran dan sesudah kelahiran. Jika memang saya bisa sembuh, tolong sembuhkan sakitnya. Dan jika anak saya bisa lahir sehat berikan saya kesabaran dan keikhlasan untuk menerima kenyataan memang begitu kondisinya.”*
Setiap saya berdoa sama Allah saya selalu minta bukan gimana caranya Allah memberi anak yang sempurna di mata manusia, yang sempurna fisiknya, yang cantik rupawan, yang ganteng. Tapi saya berdoa 

*“Berikan saya buah hati yang sempurna di mata-Mu, ya Allah.”*

 

Jadi sejak awal hamil saya tanamkan, *mungkin Sempurna di mata Allah mungkin tidak sempuna di mata manusia. Saya ikhlas saya akan mencintai apa adanya.*
Itu dari sejak saya hamil, karena waktu itu saya mikirnya yasudah yang penting saya dikasi buah hati. Karena banyak mungkin Ibu-ibu di luar sana yang menginginkan buah hati namun sulit untuk mendapatkannya. Saya bisa dikasi kesempatan mengandung itu aja udah suatu anugerah luar biasa buat saya. Jadi, kenapa saya harus minta ini minta itu? 
Intinya dari saya pribadi harus *ikhlas menerima dan serahkan semua yang terbaik menurut Allah*. Kalau sudah 2 itu, ikhlas dan sabar, insyaAllah yang lain akan datang berbarengan.
*Pertanyaan ke* 5⃣
Assalamua’laikum…

Bu, bagaimana ya untuk mengesampingkan ego kita dan lebih bisa fokus dengan anak dan menikmati setiap proses tumbuh kembang nya?
•Susan, Kobar Khadijah, Aceh•
🌺 Jawaban:

Waalaikumsalam bu Susan di Aceh, bagaimana biar bisa fokus. Kalau saya set up goals, saya bikin goals apa yang harus saya pelajari dan apa yang harus Bella lakukan. Dengan set up goals yang saya buat, agar bisa memotivasi ke diri saya sendiri. Kalau diturutin saya maunya santai, nonton tv, gak mau ngapa2in. Dengan adanya goals saya ga boleh santai, nyalain tv. Kalau nonton TV sama Bella tuh weekend, saya harus konsisten dengan yang dikatakan diawal walaupun ga mudah tapi selalu saya ingat terus. Apa baik dan buruknya kalau saya lakukan ini ke Bella, apa positif dan negatifnya kalau saya berikan ini ke Bella. Kadang ada rasa capek, malas itu udah datang saya langsung istiqfar, kasian anaknya (Bella) rasanya pengen ini atau itu tapi kalau liat Bella, dia aja ga menyerah mau terus belajar. Masa saya yang sehat gampang banget bilang “ah engga deh, males, dsb” 

Saya lebih fokus gimana caranya bantu anak, makanya saya set up goals. Kalau ga ada goals, saya gak tau mau ngapain aj. Saya selalu tanamkan ke diri saya diposisi Bella bagaimana? Saya misalnya lagi ke Mall trus dia liat ada anak kecil jalan saya tanya “Bella mau gak kaya gitu?” terkadang dia bosan pakai terus2an duduk di stroller. Melatih Bella berjalan untuk waktu 5 menit Bella berjalan saya perlu waktu setengah jam untuk mempersiapkannya, belum lagi saya harus membungkuk, capek. Saya gak boleh nyerah, kalau bukan saya yang bantu dia disaat dia nyerah siapa lagi kalau bukan saya. 

Ketika saya sudah set up satu2 saya harus berkomitmen. Misal, Bella hanya boleh menonton TV saat weekend durasi 1 atau 2 jam ya saya harus komitmen, atau Bella boleh mendengarkan lagu cuma vokal only ga boleh yang ada musicnya. Pokoknya saya ga boleh nyerah.
Intinya jangan mudah menyerah, sabar menikmati setiap prosesnya. Kalau kita jalani dan liat progres nya satu satu kita pasti akan lihat dan itu mengajarkan kita untuk lebih bersyukur atas setiap yang Allah berikan ke kita. Kita sebagai manusia yang sehat akan berkata “Ma syaa Allah ternyata nikmat yang Allah berikan ini sangat luar biasa.” Kita nikmati proses tumbuh kembang anak juga kita belajar lagi mensyukuri apa yang telah Allah berikan. Kita yang punya mulut, kadang masih males buat senyum ketetangga, punya kaki tapi males melangkah ke masjid. Jadi ketika anak kita yang ga bisa jalan kita semangat latihan, dia harus latihan berdiri setengah jam ya kita bantu dia. Kita jadi banyak bersyukur, ya Allah kita tuh sehat, anak kita untuk berdiri aja harus banyak latihan, sedangkan kita yang sehat koq ke masjid aj males2an. Jadi memotivasi diri kita sendiri juga. Kita juga menikmati apa telah di berikan cuma terkadang kita lupa bersyukur.
*Pertanyaan ke* 6⃣

Assalamualaikum wr wb

MasyaAllah bu Ilona saya kagum dengan ibu 💐💐. Mewek saya bacanya bu.

Ibu sebagai manusia kan ada kadang kala lelah, atau saat ibu sendiri kondisinya sedang tidak fit lalu bagaimana dengan Bella bu? Dan Bagaimana ibu mengelola sabar yang… spechless saya bu 😢 ? 
•Lintang, Intensif 2, Tasikmalaya• 
🌺 Jawaban: 

Wa’alaikumsalam buLintang.. Ada disaat2 saya tidak fit, saya tetap harus ngurus Bella sama seperti ortu lainnya terutama yang ga punya ART. Ya Bismillah saja semoga Allah mudahkan, mungkin ketika saya drop aduh saya ga sanggup tapi kembali lagi saya lihat Bella. Kasian Bella main sendirian.. Yang akhirnya saya semangat walau harus memakai masker, sarung tangan seperti orang yang mau masuk ke ruang operasi 😅 Yang penting anak saya tetap happy, ga merasa sendirian lagi. Saya juga mengkomunikasikan ke suami biasanya, ada saat dimana saya ga tidur berhari2, udah letih banget sedangkan saya tetap harus memantau Bella tiap harinya. Saya bilang ke suami mau istirahat dulu, saya tidur duluan nanti kalau tengah malam aku masih tidur, bangunkan saja, gantian lagi. Komunikasikan, kuncinya *IKHLAS* menjalankan semuanya, ga komplain ga menggerutu dengan ketetapan yang Allah berikan. In syaa Allah, Allah dengar doa kita, Allah teguhkan niat kita, Allah bantu mudahkan semuanya..
*Pertanyaan ke* 7⃣
Assalamu’alaikum bunda Ilona.. 

MasyaaLlah senang sekali bisa mengikuti kulwap bunda..

Bolehkah saya belajar dari bunda, bagaimana menata hati agar kuat dalam menghadapi perkataan negatif dari orang lain terkait kondisi buah hati kita?

Anak saya normal, hanya saja memiliki kecenderungan ke arah ADD (attention defisit disorder) karena sangat aktif, jadi sulit konsentrasi..

Melihat Bella sebenarnya saya malu bertanya seperti ini..

Tapi sungguh mengganjal di hati ketika orang lain mengatakan anak saya autis, butuh terapi, dll

Padahal setelah konseling ke psikolog dan dsa, anak saya normal..

Namun orang orang yg bukan ahli/pakar di bidang tersebut berani sekali mengecap seperti itu..

Hanya karena anak tersebut berbeda, langsung dikatain autis.. 

Padahal setiap anak itu unik kan ya dan memiliki kecerdasannya tersendiri..

JazakunnaLlahu khoir bunda dan juga adminah..

•Pipiet, Khadijah, Pekanbaru• 
🌺 Jawaban: 

Wa’alaikumsalam.. Ma syaa Allah Tabarakallah untuk ibu Pipit… Your not alone, banyak ortu di luar sana yang menghadapi persoalan yang seperti ibu alami termasuk saya sendiri, dimana ketika orang lain merasa lebih pintar dari dokter, lebih tau kondisi anak kita dibanding orang lain yang kadang bikin sedih.. Berdoa sama Allah semoga ibu bisa lebih sabar lagi, diberikan kesabaran yang luas. Yang bisa saya pesankan ke ibu, jangan hiraukan ketika ada orang yang mendiagnosa anak kita begini, anak kita begitu padahal kita tau anak kita gak seperti diagnosa yang orang lain sampaikan, ga usah di balas, ga usah dijawab. Saya sendiri kadang suka khilaf bu, kadang suka saya respon abis itu nyesel bukan main. Ya Allah kenapa saya jawab, kenapa saya bales, justru dengan saya bales bikin saya kesel, marah, sedih tapi kalau saya diamkan ya udah selesai. Jadi kalau next time ada lagi yang mendiagnosa anak ibu begini begitu, ada yang marah karena gak bisa meng-handle keaktifan anak ibu, jika pas moment yang tepat dijelaskan aja kondisi anak ibu gimana, anak saya memang aktif tapi bukan autis, ada kondisi lain namanya ADHD atau ADD yang dimana anak itu luar biasa aktifnya. Singkat saja menjelaskannya jika yang di ajak bicara paham ya sudah, jika tidak pun ya sudah jangan dilanjutkan karena kadang kalau bicara dengan orang yang gak paham mereka akan lebih hebat lagi menggurui kita bu, jadi diamkan saja dan kalau memang perlu minta maaf ya minta maaf aj bu. Jadi ga lebih lebar dan memperpanjang. Suami saya selalu ingatkan jika ada orang yang menggunjing kita biarkan saja itu mereka sedang mentransfer pahala ke kita. In syaa Allah, Allah sabarkan ibu..
*Pertanyaan ke* 8⃣
Assalamu’alaikum ibu ilona …. 

Luar biasa, penuh inspirasi dan pembelajaran buat sy ttng sabar dan ikhlas … Malu sy pun sdh tak bisa berkata lg, selain ibu ilona dn suami adlh orng tua yg luar biasa 🙏 salam sayank untuk bella … Pertanyaan sy bu ilona upaya2 apa yg dpt kita berikan ke ank sbgai upaya melatih kepercayadirian anak sejak dini ?? Terima kasih bunda 😘😘 
•Mery, Kobar Aisyah, Tasikmalaya• 
🌺 Jawaban:

Waalaikumsalam bu mery di tasikmalaya, upaya apa yg bisa kita lakukan atau yg bisa kita berikan ke anak supaya bisa mdlatih kepercayaan dirinya? 

Sayapun masih belajar bu mery, saya masih belajar menerapkan itu ke anak saya bella untuk bisa menerima kondisi dia.

Ada satu moment ketika ada insident terjadi dengan mata bella, setelah dokter operasi, dia (bella) menghindari kaca, menghindari mirror..

Dia bilang “aku ga mau liat kaca.. ”

kenapa? Kata saya..

Dia gak mau liat, dan kalau ada foto dia, dia ga mau liat, dia tutup bagian muka nya, saya sedih disitu, saya tau ini berat banget bagi dia.

Dan ketika kita pergi ke Mall dia selalu tutup muka nya pake canopy stroller..

Saya tanya : kenapa? Koq matanya di tutup? Nanti bella ga bisa liat lho.. 

Bella: Bella sedih..

Bunda : Bella sedih kenapa nak? 

Bella : Tadi ada anak kecil, dia liat bella trus dia tunjuk tunjuk mata bella, trus dia ketawa dan make me sad (buat bella sedih)

Bunda : bella, when someone look at you (ketika ada orang yg liat kamu), itu bukan berarti melihat kamu ga baik.. mereka mungkin melihat “waah dia punya mata yang indah” they think that you have a beautifull eyes, they dont have a beautifull eyes like you ( dan gak semua orang punya mata indah kayak bella).

Mereka mau say hi.. tapi mereka ga tau caranya, mereka ketawa mungkin mereka lagi ngobrol, atau mereka lagi ingat sesuatu, tapi bukan ngetawain kamu..

Pernah suatu waktu kita ngunjungi anak teman yang baru lahir, dia makan lewat botol, bella cuma ngeliatin.. trus besokny dia bilang: 

Bella : Bella sedih

Bunda : Bella sedih kenapa nak?

Bella : Bella pengen bisa makan lewat mulut tapi bella ga bisa makan lewat mulut..

Bunda : Gapapa nak, kita belajar ya.. kita belajar tiap hari, belajar pelan-pelan, nanti waktu saat bella siap bella pasti bisa.. yg penting sekarang bella sehat..

Dan itu menerapkannya, menjelaskannya seetiaap waktu, gak cuma sekali dua kali.. setiap waktu…

Ketika pergi ke tempat umum, anak saya lihat anak lainnya bisa lari lari, jalan jalan, dia cuma bisa duduk di kursi rodanya, ada rasa sedih mungkin dalam hatinya.. dia juga pengen bisa gitu.. 

saya tanya : kamu ngeliatin anak anak itu main kenapa? 

Bella : mm, gapapa.. nanti bella mau lari lari juga..

Bunda : ooh.. Ayook kita lari sekarang.. saya dorong strollernya, jadi dia pura pura nya lari, tangannya di goyang-goyangin kakinya juga.. saya bilang “See.. kamu juga bisa lari…” cuma kamu larinya di kursi roda kamu. Gapapa kadang apa yg kita lihat itu ga sesuai dengan yg kita harapkan, kita harus coba sebisa kita..

Kalau saya pribadi saya coba jelaskan itu ke bella dengan cara dan bahasa yang mudah dia mengerti..

Dan so far Alhamdulillah saya liat kemajuan dari bella itu Maa syaa Allah, Allah beri kemudahan untuk bella untuk menerima kondisinya.. perlahan lahan butuh waktu, tapi In syaa Allah bisa asalkan kita (orangtuanya) juga bantu.. kita terangkan..

Kalau saya cuma bisa ingatkan, ketika kita berbicara dengan anak, jangan justru kitanya yang sedih.. kitanya harus yang semangat, kita siap untuk ngomong sama anak, untuk memastikan ke anak.. 

karena ada masanya kita pengen bilang “udah ga usah di fikirin..” , tapi anak itu cuma pengen kita kasih kalimat motivasi sebenarnya.. cuma mereka gak tau cara menyampaikan…

Ketika anak kita bilang : iya sedih soalny tadi di ketawain.. trus kita bilang ; udaah gak usah di fikirin, biarin aja, emang mereka kayak gitu..! 

-> itu bukan kalimat yang pengen di dengar anak, anak pengen dengar “aku harus gimana menghadapinya kalau ada kayak gitu lagi”
*Pertanyaan ke* 9⃣
Assalamu’alaikum..

Bu.. ingin bertanya:

1. Bagaimana cara meningkatkan rasa percaya diri anak yg lahir dgn ketidaksempurnaan tubuh atau cacat lahir? 

2. Bagaimana menghindari mereka dr bully teman2 sekolah dan lingkungannya?

3. Bagaimana cara menjelaskan pada anak mengapa dia berbeda?
•Rahma, Kobar Khadijah, Banda Aceh•
🌺 Jawaban: 

Wa’alaikumsalam buRahma.. 

Untuk pertanyaan pertama mirip sekali dengan pertanyaan sebelumnya ya bu.. 

1. Kita selalu ingatkan kepada anak untuk selalu bersyukur atas apapun itu kondisinya yang serba terbatas itu karena mungkin ada orang yang kondisinya lebih terbatas lagi. 

Ketika anak bisa melakukan sesuatu dalam kondisi yang terbatas, kita upload, kita perlihatkan padanya.. Ma syaa Allah.. See.. Kamu bisa.. Kamu bersyukur.. Banyak orang lain yang kondisinya gak seberuntung kamu.. Jadi setiap waktu apapun yang anak lakukan, ingatkan ke anak kamu tuh bersyukur.. Ada orang yang gak bisa lakukan sama sekali. Selalu ingatkan ke anak seperti itu. Jadi dulu dulu tuh emang susah gimana caranya ngasih tau anak sekecil bella yang udah mengalami di bully. Mengapa mata saya seperti ini, kenapa saya gak bisa jalan dan segala macam. Saya jelaskan perlahan-lahan, dan selalu saya tambahkan ada anak yang gak bisa lakukan apapun, banyak orang yang pegang pinsil aj gak bisa, tapi Bella bisa mewarnai tuh udah luar biasa.. Kurang lebih begitu ya bu

2. Kalau anak itu di bully di sekolah, yang kita lakukan kita sampaikan ke pihak sekolah, wali kelasnya. Bella juga pernah di bully dan saya menyaksikannya, saya gak melakukan apapun karena disitu ada pihak guru dan mereka gak dengan tegas menegur anak yang membully Bella. Ketika esoknya saya bertemu dengan guru, saya pesankan ke gurunya tolong disampaikan ke teman2 dikelasnya bahwa Bella itu anak berkebutuhan khusus, next pas semester depan saya sudah pesan ke gurunya di parents metting.. Nanti sebelum Bella masuk sekolah pas hari pertama nya dia biasanya selalu belakangan masuknya, bisa tolong dijelaskan tidak ke teman2 nya di kelas kalau mereka akan punya teman yang berkebutuhan khusus namanya Bella. Dia pakai ini, itu dan segala macam dan dia juga punya kursi roda dan dia juga punya walker yang membantu dia untuk jalan. Dan kita cuma pesankan begitu apa yang mau kita sampaikan, yang kita mau dan harapan dari guru untuk bisa menjaga anak kita.. So far.. Itu yang dilakukan guru2nya alhamdulillah dihari pertama sekolah, walau dihari pertama sekolah agak rush tapi di hari kedua dan selanjutnya teman2nya bisa menerima kondisinya dan gak ada lagi yang membully nya dikelas karena sudah dijelaskan sebelumnya. Justru mereka melihat Bella tuh cool banget, karena dia punya walker dan mereka gak punya, malah mereka ingin punya seperti Bella 😅 Teman2nya ketika melihat Bella, woww itu Bella.. Itu Bella.. Justru mereka menunggu kehadiran Bella. Itu yang bisa saya sampaikan untuk urusan sekolah

3. Kurang lebih mirip dengan no 8 ya bu.. Sampaikan ke anak, kita lahir kedunia dengan berbeda2, tidak ada orang yang sempurna, semua orang punya kelebihan dan kekurangan. Ketika anak menanyakan kekurangannya ke kita, kamu mungkin ga bisa jalan tapi ada orang yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya sama sekali. Kalau sedang berjalan dengan walker.. Ayo jalan terus jalan.. Kamu pasti bisa.. Ketika dia mempertanyakan ini itu, saya cuma bisa jelaskan ke Bella, ada orang yg gak bisa melihat sama sekali alhamdulillah Bella bisa melihat, berdoa sama Allah, Allah kasih kesempatan Bella walau tidak sesempurna orang lain dengan bahasanya anak2. In sya Allah terjawab ya bu
*Pertanyaan ke* 🔟
Assalamu’alaikum..

Apa yang selalu menjadi motivasi bunda bella hingga menjadi ibu yang tangguh buat Bella? 
•Faza, Kobar Khadijah, Riau• 
🌺 Jawaban:

Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh ibu Faza di Riau, Masyaallah tabarakallahu 

Menjadi motivasi saya untuk bisa tangguh untuk Bella. 

Saya selalu mikir gini, sy ga boleh nyerah, anak sy aja ga mau nyerah, dia sdh dioperasi puluhan kali, sy mau nyerah, mau blg cape ini itu segala macam, anak saya aja buat hidup, buat bisa bernafas, perjuangannya luar biasa banget. Trus saya yg dikasih sehat kaya gini ga mau bantu. Sy yg dikasih sehat gini justru males2an, saya selalu ingat-ingat lagi apa yg bella sdh jalani diusia nya yg sekecil ini. Apa sj yg harus dia lewati kalo sy  ingat itu sy termotivasi lg, sy ga boleh nyerah. Klo ada org yg blg ini-itu yg ga enak,  sy biarin aja, sy yakin Allah tdk pernah tidur, Allah tidak akan diam melihat ummatnya dizholimi. 

Sy cuma ingin bella itu bahagia,  jd apapun klo ada rasa males, klo misal cuacanya enak buat santai-santai.. ga..ga..ga. Ga boleh, anak sy hrs distander, kadang pas lg cape tp ini waktunya Bella untuk pake stander. Kadang ayahnya pulang kerja, cape, tp Bella blm latihan jalan hari itu, tp ini waktunya Bella pakai stander. Kadang Bella ingin ke mall. Kita sering bawa Bella ke Mall tp bukan untuk shopping, tp supaya Bella bisa latihan berjalan. Krn kondisi di rumah sy memang ga memungkinkan utk bella pake alat bantu jalan.  Krn karpet semua diseluruh ruangan. Dan klo di mall Bellla bisa lari,  ketemu anak yg kecil lain deket dia, atau anak kecil lain lg jalan atau orang lain itu bs memotivasi dia untuk jalan terus.  Kadang ayahnya cape,  saya jg cape, tp inget lg,  ooh anaknya mau jalan,  ya udah yok kita temani.  Jd kita selalu inget, oo iya kita memang capek tp anak si kecil ini mau jalan, mgkn dia kepala nya sakit, nafasnya udah ga enak, tp dia mau latihan. Masa kitanya ga mau. Sy selalu sm suami, kita hrs bersyukur punya anak yg menjalani hari-harinya dgn kesabaran, dengan keterbatasanya,  let’s do it, jgn menyerah. Begitu lah kira-kira
*Pertanyaan ke* 1⃣1⃣
Assalamualaikum bu, 

perkenalkan sy ibu fitri, ibunda Aisyah, Asal Magelang Jawa Tengah. Putri sy didiagnosa ASD sejak usia 2 tahun dan skrg usianya 2,5 tahun. saya ingin bertanya kpd bunda Bella yang begitu luar biasa sabarnya dalam mengasuh putrinya. 

Bagaimana kiat agar kita diberikan rasa syukur dan sabar yang lebih dalam mengasuh anak istimewa yg dititipkan Allah sama kita. karena kadang kali kita sebagai manusia biasa ada rasa lelah dan capek, kadang untuk me time pun tidak ada. mohon diberikan pencerahan, agar kedepannya bisa lebih baik dalam mengasuh dan menjaga putri saya. Terima kasih..
🌺 Jawaban:

Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh, ibu fitri,  bunda aisyah menurut sy kuncinya 1, ikhlas dulu,  karena klau sudah ikhlas menjalani semuanya, sabar dan yg lain itu datang berbarengan.

Ketika kita sdh ikhlas dgn apa yg allah sdh berikan,  baik itu nikmat/ujian/cobaaan, dan kita terus berdoa kepada Allah, semoga Allah mudahkan, semoga Allah luaskan sabar kita,  insyaAllah semuanya diberi kemudahan sama Allah untuk menjalaninya. Pasti ada momen-momen dimana kita sdh cape, lelah,  mengantuk, semua itu manusiawi karena kita manusia, berdoa terus sama Allah dan istighfar sama Allah,  ya Allah capek, sabarkan ya Allah, kuatkan sy.  Sy pun mengalami itu, klo lagi berat banget, ga tau lagi gimana ngumpulin tenaga. Kalo ada suami di rumah, saya bilang sama suami tolong bantuin dulu, handle Bella. Sy istirahat dulu sebentar ya, nanti klo misal sy udah enakan, sy handle bella lagi,  atau klo sy sdh cape banget dan sy ngantuk bgt, sy blg sy tdr lbh awal yaa,  nti  bangunin saya dan kita gantian. Jd suami sgt membantu sekali, sy dan suami komunikasikan setiap waktu hal-hal begitu.  Kuncinya cuma ikhlas,  tidak mengeluh, jalani semuanya sesuai yg sdh allah tetapkan.  InsyaAllah allah mudahkan dan minta diluaskan sabarnya klo kondisi ibu mmg memiliki anak berkebutuhan khusus
*Pertanyaan ke* 1⃣2⃣
1. Bagaimana diagnosa awal sakit yg diderita Bella? Apakah sejak begitu lahir sdh terlihat tanda2nya, atau sebelumnya lahir dgn normal dan sehat? 

2. Apakah ada faktor external yg ikut andil atas sakitnya Bella… misal virus dll..

3. Selama sakit apakah Bella tetap melakukan vaksin?
•Ummu Ghaida, Non Member, Serang Banten•
🌺 Jawaban:

Wa’alaikumussalam warohmatullah wabarokatuh ummu Ghaida di serang banten

1. Sewaktu kehamilan dokter ga bs mendeteksi sindrom Bella. Jd sindrome bella ini mmg bnr2 gennya bermutasi
2. Memang tdk ada andil dr makanan, virus dsb. Ketika sy mempertanyakan kondisi Bella pun sy baru bisa memahami stlh sy melahirkan dan butuh waktu 3-4 mgu utk dokter menetapkan sindromnya, jd hrs tes dna dan segala macam dulu. Wkt hamil ga ketauan, cuma wkt sy hamil 7-8bln, sy lupa waktu itu 4D atau apa sih, dokter blg kemungkinan anak sy down syndrome,  kemungkinannya 50/50 jd bkn 100% trus sy kaget dan sy nanya apa yg mengindikasikan anak sy down syndrome. Trus dan kt dokternya iya krn kondisi anaknya kecil, dsb, dan diblkg layarnya tebal. Trus sy blg oooh ya uda gpp. Wkt bella lahir ternyata bukan down syndrome sama sekali, justru sgt jauh dari down syndrome dan lebih parah. Itu butuh waktu dan bbrp tes utk meyakini syndrome apa yg Bella miliki, krn syndrome bella itu sgt mirip crouzon dan apert syndrome.
3. Iya Bella tetap vaksin. Krn bella waktu di nicu itu sampai berbulan2, jd saat vaksin itu di nicu.  Dan saya, kondisi sy, jd apapun yg bisa menyelamatkan Bella ya uda gpp..
*Pertanyaan ke* 1⃣3⃣ 
Bunda Bella.. Bagaimana menghadapi ananda Bella saat baru dilahirkan. Atau bunda Bella sudah menyiapkan mental krn sdh diketahui penyakitnya saat dlm kandungan?
•Sulis – Kobar Khadijah•
🌺 Jawaban:

Assalamu’alaikum ibu Sulis.. Pada saat saya hamil dokter belum mendiagnosa atau terdiagnosa kondisi syndrome nya Bella. Seperti diawal yang sudah saya sampaikan waktu usia mendekati 8 bulan, saya diberitahu dokter bahwa anak saya terkena Down Syndrome. 50 : 50 . Tapi sebelum saya tau pun, apapun kondisinya. Ketika saya hamil, saya berdoa kepada Allah untuk menguatkan diri saya sendiri “Ya Allah berikan saya anak yang sempurna di mataMu, berikan saya kesabaran, keikhlasan dan kekuatan untuk mengurus buah hati saya kelak” itu doa yang selalu saya sampaikan ke Allah. Jadi dengan begitu saya siap jika memang suatu saat Allah berkehendak anak saya lahir dengan kebutuhan khusus atau lain sebagainya.

Ketika anak saya berbeda secara fisik saat baru melahirkan, “Ya Allah semoga saya kuat, sabar, kuatkan saya secara fisik dan mental, sabarkan saya, ikhlaskan saya ya Allah” itu saja yang selalu saya tanamkan ke diri saya setiap waktu dan setiap saat.
*Pertanyaan ke* 1⃣4⃣
Malam bu, sy mau tanya utk bunda bella jika masih ada kesempatan 

Td bunda blg ada goals harian utk bella, nah target itu apa harus selalu terpenuhi setiap harinya atau gimana? Dan bunda membuat rencana/susunan target tsb berdasar apa aja. Semoga bs dipahami ya bun. Terimakasih
🌺 Jawaban:

Iya ibu, saya ada kegiatan yang saya lakukan sama Bella setiap hari dirumah. Dan untuk sekolah Bella ada goals yang harus dicapai setiap semesternya.
*Moderator* 
Bunda bella.. this is the last question from me..

How about your husband? Ketika mengetahui kondisi bella? Apakah Ayah bella sama seperti Bunda Bella?
🌺 Jawaban:

Kebetulan belum pernah ada yang menanyakan, jadi saya suka pertanyaannya, waktu saya baru melahirkan Bella, saya cuma melihat Bella 5menit, setelah suami Azan, langsung di Ambil lagi sama Nurse nya karena kondisinya sangat Kritis, dia ga bisa bernafas sama sekali, yang saya ingat waktu itu dari bayi saya, saya cuma liat kondisi matanya yang berbeda, kulitnya putih bibirnya merah dan dia mungil, cuma itu yang saya ingat, sampai saya bisa ketemu lagi 4hari kemudian, disitu saya baru bisa melihat dengan jelas, itupun muka nya ditutup dengan suster, supaya saya gak shock kayaknya. Waktu suster ambil bella dari suami saya. Saya ingat semua langsung sibuk kayak panik gitu, dokter ngomong ke suami saya, anak kamu akan di transfer ke rumahsakit saint louis waktu itu saya masih tinggal di ilnouis, karena nicu di rumahsakit itu gak punya mesin mesin yang di butuhkan oleh anak saya. Trus saya dengar dokter bilang; ohya sebentar lagi kurang dari 20 menit, kurang dari stgh jam anak kamu akan di transfer pake helikopter kerumahsakit di kota yang lain, cuma itu yang saya ingat, karena saya masih kondisi belum sadar, saya liat suami saya nangis, trus dia dia cuma bisikan ke saya; “Anak kita Cantik, kamu jangan khawatir apa-apa”. Saya bingung, karena kondisi saya masih belum fully awake , saya awake cuma ga sadar kan, krn efek obat dan segala macam, saya cuma bingung gitu, kamu kenapa nangis? Kata saya, enggak, saya nangis karena saya bahagia, anaknya lucu banget, anaknya cantik, kata suami saya.

Ketika saya udah sadar, saya justru amaze gitu karena saya fikir suami saya akan terpukul kalau liat kondisi anak kayak gitu, tapi saya ingat banget, justru dia seneng, dia gendong dan bilang, anak kita cantik banget, dia bilang dia terimakasih sama saya uda kasih buah hati secantik itu. Sampe besok lusanya, tiba hari suami saya mau jenguk bella ke rumahsakit di nicu di Luar kota. Suami saya tuh uda bingung mau pake baju apa, kayak orang mau ngedate, lagi di rumahsakit kan? Kata saya, trus dia bilang; aku nanti mau pulang dulu ke rumah ya..?, Mau ngapain? Kan di rumahsakit uda bawa pakaian.. kata saya.. 

Kata dia; Aku mau pake baju rapi..

Kata saya: Mau ke rumahsakitkan nanti? Kan uda bawa baju..

Trus kata suami: Aku tuh kok Nervous ya..kayak orang mau ngedate..

Kata saya: Mau ngedate? Maksudnya kan mau liat babynya kan? 

Kata suami: Iyaa.. aku tu kayak laki-laki mau ngedate, mau ketemu sama perempuan…

Dan dia (suami saya) panik, dia itu bingung mau pake baju apa, trus dia bingung mau pake farfum apa.. 

trus saya bilang; jangan pake farfum, takutnya gak boleh … 

kata suami: Oh yaya…

Trus dia bingung, dia bingung mau pake baju apa? pake sepatu apa.. sanking excitednya mau ketemu baby nya dia untuk yang kedua kali, dia pengen terlihat yang terbaik untuk bayi nya…

Dan setiap saat, setiap waktu suami saya juga selalu ngobrol, saya selalu dengar dia ngobrol sama bella,

dia bilang; Bella…Terimakasih ya Nak.. uda pilih Ayah sama Bunda untuk jadi orangtua Kamu.. padahal banyak orangtua diluar sana yang jauh lebih baik dari kita berdua, tapi bella pilih ayah sama bunda. Terimakasih ya nak…

Dan dari awal sampai sekarang saya selalu dengar suami saya ngomong kayak gitu kalau lagi berdua sama Bella..
*Moderator*
Bella lahir nya di amerika? Bunda dan ayah bella memang stay disana kah bund? Jdi kepo terusan nih hehe
🌺 Jawaban: 

Iya Bella lahir di Amerika kebetulan 2 tahun sebelum itu saya sudah di Amerika.

Memang awalnya udah stay di sini, alhamdulillah saya sudah 7 tahun dan suami sudah 13 tahun. Awalnya memang sekolah, ditengah sekolah saya hamil dan memutuskan untuk berhenti sekolah.
💞💝💞💝💞💝💞💝💞💝💞
🎙 *Moderator*
Baik bunda bella, sampailah kita di akhir Kulwap.. Tiada kata yang dapat kami ungkapkan betapa kami sangat salut dan kagum kepada bunda bella.. doa tulus dari kami ibu ibu kobar utk bunda dan keluarga.. semoga selalu dalam lindungan Allah سبحانه و تعالى . Bella di beri kesehatan dan usia yang berkah. 
Jazaakillah khairan atas setiap ilmu nya yang di berikan kepada kami.. Allah sebaik baik pembalas.
Sebelum menutup dengan doa kafaratul majelis, adakah sedikit pesan yang ingin di sampaikan kepada kami Bunda?
🎤 *Bunda Bella*
Maa syaa Allah TaabaarakaAllah ❤❤ Jazakillah khair saya diberi kesempatan untuk berbagi dgn ibu-ibu sholeha di Kulwap Kobar hari ini. Mohon maaf jika ada yg salah atau kurang tepat dalam cara saya menyampaikan dan menjawab pertanyaan dari ibu-ibu semua. Kekurangan hanya milik saya, kesempurnaan milik Allah Azza Wa Jallaa. InsyaaAllah ada cerita kehidupan yg bisa saya bagikan disini dibalik apa yg ibu-ibu pernah lihat dari foto2 yg saya post di media sosial saya. Semoga Allah Azza Wa Jallaa berikan kita semua nikmat sehat, InsyaaAllah.
🎙 *Moderator*
Baik lah saya menutup majelis ilmu ini dengan sama sama kita baca dia kafaratul majelis ya bu ibu… 
_Subhanakallahumma wabihamdika asyhadualla ilahailla anta astagfiruka wa’atubu ilaik_
_(Maha Suci Engkau ya Allah, dengan memuji-Mu aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang haq disembah melainkan diri-Mu, aku memohon pengampunan-Mu dan bertaubat kepada-Mu.” (HR. Tirmidzi, Shahih)_
Bunda bella, Please give my regards to bella and greetings also from mothers KOBAR in Indonesia ..
Hi Bella…🤗

You are sooo beautiful Maa Shaa Allah!, And you have lovely parents as well. We Hope you both always in good condition and cheers up. You are a very strong, beautiful soul.

Bella is such a strong powerful girl.. Much love to Bella 💖

Barakallah Bella, you have great and parents who love you unconditionally. Please pray for them, ask ALLAH to bless your Mom and Dad and you will be blessed also.

Nice to know you Bella…😚
🎤 *Bunda Bella*
Allahu yaa Hafizz ibu-ibu sholeha, Ja Zaana Waiyaakuum Aamiinn InsyaaAllah ☺warm regards from us.
*_Bukan kita yang menentukan apa yang baik untuk kita._*

*_Tapi Allah yang paling tau hal yang terbaik menurut Nya._*
🎙 *Moderator*
Terima kasih untuk semua Ibu Ibu Pembelajar, sudah berkenan meluangkan waktu nya utk mengikuti kulwap KOBAR yang ke 22. Semoga setiap ilmu yang di dapat bermamfaat buat diri sendiri, dan keluarga.. mengambil ibrah dari setiap pengalaman orang lain untuk memotivasi diri menjadi lebih baik. 
Ikhlas, Ikhlas, Sabar dan yang lain akan mengikuti.. 
Berdamai dengan takdir Allah, husnudzhon, karena apa apa yang Allah kehendaki pasti akan terjadi. Dan begitupun sebaliknya. 
Barakallahufikuum ibu ibu shaliha semuanya. 
In syaa Allah sampai bertemu di KULWAP KOBAR berikutnya.. 
Wasalam
💖 *Komunitas Ibu Belajar* 💖

*_Bersama Berilmu Meraih Jannah_*

Iklan

Kurikulum Sekolah Kehidupan di Setiap Tahapan Usia Dini

Disusun oleh Kiki Barkiah
Bagian 1

Hal yang penting di pelajari di usia 0-6 Bulan
1. Memberikan pendidikan agama dan moral
Materi:

Pengenalan suasana kehidupan beragama dengan:

– memperdengarkan lantunan ayat suci Al-quran, doa, dan asma Allah

– memperlihatkan dan memperdengarkan berbagai ciptaan Allah

– memperlakukan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
2. Melatih perkembangan sosial dan emosi
Pada usia ini anak menunjukan interaksi sosial dengan memberikan tatapan dan senyuman. Ia akan menangis untuk mengekspresikan ketidaknyamanan. Ia juga menangis bila tidak mendapatkan apa yang diinginkan atau ketika berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal. Cara bayi merespon adalah dengan memberikan gerakan tangan dan kaki.
Materi:

– Membangun interaksi secara fokus dengan penuh kelembutan 

– Memberikan perasaan aman dan nyaman melalui kasih sayang

– Membangun rasa percaya pada dunia melalui pemenuhan kebutuhan dengan penuh kelembutan dan kasih sayang
3. Melatih perkembangan bahasa dan komunikasi
Pada usia ini anak berkomunikasi dengan menangis, berteriak, bergumam, dan ia akan berhenti menangis setelah keinginannya terpenuhi.

Materi:

– Menghibur sehingga tersenyum dan tertawa

– Mengajak berbicara agar berceloteh
4. Memperkenalkan dengan lingkungan sekitar
Materi:

– Pengenalan wajah orang terdekat

– Pengenalan suara orang terdekat : Diajak berkomunikasi terutama saat menyusui

– Memperlihatkan benda-benda dihadapannya

– Memperdengarkan suara-suara disekitarnya

– Memperkenalkan dirinya, mengulang-ulang nama 

– Meperlihatkan wajah di kaca
5. Melatih motorik kasar
Materi:

 Berikan stimulasi agar bayi kita dapat:

– mengangkat kepalanya beberapa saat ditelungkupkan

– memutar kepala ke arah samping

– mengikuti arah benda bergerak

– Kepala dan lengan bergerak bersamaan

– Bermain dengan kakinya

– Berguling

– Menjulurkan kaki saat terlentang

– duduk dengan bantuan

– kepala tegak ketika duduk dengan bantuan
6. Melatih motorik halus
Materi:

Berikan stimulus agar bayi kita dapat:

– memiliki refleks mengenggam jari ketika telapak tangannya disentuh

– memainkan jari tangan dan kaki

– memasukkan jari ke dalam mulut

– Memainkan benda dengan tangan

– Meraih benda di depannya

– Fokus pada benda bergerak dan mencoba meraihnya

– memegang benda dengan kelima jari

– Mendorong benda dengan telunjuknya

– Mencari benda dengan tangannya
7. Melatih kontrol otot mata
Pada usia ini bayi memiliki fokus penglihatan pada satu benda. Ia memiliki perhatian terhadap gerakan. Ia sangat tertarik pada wajah. Lebih suka berinteraksi dengan orang dibanding dengan benda. Mulai dapat membedakan warna dan menunjukkan kesukan pada warna tertentu
Materi:

– Memperlihatkan gambar terutama berwarna hitam putih

– Menempatkan benda pada jarak tertentu untuk melatih fokus mata

– Menggerak-gerakan benda untuk melatih kontrol mata

– Memperkenalkan buku yang bergambar sederhana dalam ukuran yang besar dan berbahan aman untuk bayi
8. Melatih sensitifitas terhadap bunyi
Pada usia ini bayi sangat tertarik saat mendengar orang berbicara, mulai dapat mengenali suara orang tuanya atau pengasuh yang sering berinteraksi dengannya, dapat merespon kata-kata dan gerakan yang sering digunakan, dapat membedakan suara orang berbicara dari bunyi lainnya, menoleh pada berbagai suara musik, al-quran atau bunyi-bunyian yang teratur, senang menjatuhkan benda untuk mendengar bunyinya. 
Materi:

– Sering mengajak berbicara dan mengulang-ngulang kata untuk suatu rutinitas tertentu.

– Memperdengarkan bunyi yang mengandung repetisi, misal murottal Al Quran

– Memanggil dengan nama

– Memberikan benda yang menimbulkan bunyi

– Menempatkan berbagai bunyi agar bayi memalingkan kepala untuk mengikuti bunyi

– Menggerakan atau menjatuhkan benda agar menimbulkan bunyi
9. Mengembangkan sensitifitas sentuhan
Pada usia ini bayi senang meraih, mengambil, dan menggenggam benda. Meneliti benda-benda dengan cara memasukkannya ke dalam mulut.
Materi:

– Pengenalan tekstur : memberikan beragam benda yang memperkenalkan beragam teksture yang aman bagi bayi

– Menempatkan mainan yang dapat menarik perhatiannya pada jarak tertentu agar ia terlatih untuk meraih dan mengambil
10. Melatih sensitifitas terhadap cahaya
Materi:

– Melatih sensitifitas tehadap gelap dan terang

– Melatih kepekaan terhadap waktu siang dan malam
11. Melatih pola hidup sehat dan keamanan diri
Indikator anak sehat di usia ini dapat dilihat dari besar ukuran berat dan tinggi badan serta ukuran lingkar kepala yang sesuai dengan tingkat usia dan standar yang berlaku. 

Materi:

– Memenuhi kebutuhan asupan gizi melalui pemenuhan asi ekslusif

– Melakukan pengamatan apakah ia merespon  saat lapar seperti menangis atau mencari puting susu.

– Melakukan pengamatan apakah ia berteriak saat mendengar suara keras
Referensi Kurikulum:

Al- Quran dan Hadist

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomer 137 tahun 2014 tentang Stanar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini

Slow and Steady Get Me Ready, June R Oberlander

The Good Housekeeping Book of Child Care: Inicluding Parenting Advice, Health Care & Child Development for Newborns to Preteens; From the Editors of Good Housekeeping; Hearst Book, 2004

Target Harian Romadhon untuk Muslimah 
1. Tahajud, tilawah dan siapkan sahur. 

2. Membangunkan keluarga dan makan sahur bersama  (no TV).

3. Diskusikan agenda Keluarga hari itu.

4. Sholat sunah fajar 

5. Subuh berjama’ah di masjid 

6. Wirid Ma’tsurat 

7. Tilawah dan tadabbur Al Qur’an. 

8. Sholat Dhuha

9. Tilawah lagi

10. Menjaga lisannya dari dusta dan rumpi.

11. Baca buku Islami 

12. Silaturahim 

13. Amar ma’ruf dimanapun berada

14. Istighfar 100 x

15. Dzikir La hawla wala quwwata illa billah 100 x 

16. Mengajak anak anak sholat berjama’ah di rumah atau di Masjid.

17. Menyiapkan ifthor dan mengantar ifthor untuk tetangga/Masjid. 

18. Wirid Ma’tsurat dan Tilawah

19. Berkumpul bersama dengan keluarganya dan berdoa menunggu waktu ifthor.

20. Menyegerakan berbuka saat adzan maghrib. 

21. Maghrib berjamaah

22. Tilawah lagi

23. Bersiap ke Masjid bersama keluarga.

24. Tarawih

25. Tilawah lagi atau hadir di Majlis 

26. Itikaf di 10 hari terakhir (ditempat yang diijinkan suaminya )

27. Baca hadist 1 hadits sehari.

28. Tilawah lagi 

29. Sedekah, hadiah dan infak terbaik untuk keluarga, tetangga, sahabat, saudara se iman di seluruh dunia  (terutama Palestina) dan bagi para Ustadzah kita.

30. Rangkaian doa-doa untuk anak anak keturunan dan bagi seluruh umat Islam di dunia.
Semoga target ini bermanfaat menambah semangat beribadah di bulan Ramadhan.
#pelukcium semuanya

Aktivitas Ramadhan untuk Anak
Ada beberapa kata yang ada di benak saya terkait dengan RAMADHAN. Ada lima belas kata (plus2) yg akhirnya saya coba susun untuk nantinya dikenalkan kepada Abang K dan Adik K. Lima belas kata ini saya turunkan menjadi beberapa uraian untuk ditekankan selama Ramadhan ini, InsyaAllah (satu kata untuk pembelajaran selama dua hari). Aktivitas2 turunannya masih belum semua diuraikan untuk dibuat secara praktik karena ide2 yang ada agak sulit utk diejawantahkan dlm kata2 (jiahhh..gaya), silakan berkunjung ke IG dengan hastag #aktivitasanakmuslim untuk melihat berbagai kegiatan anak2 yaaa. Tahun ini saya libur dulu ngadain giveawaynya karena harus fokus sama debay dalam perut 😊
Poin penting bagi kami dalam mengenalkan Ramadhan pd 2K (3y dan 2y) saat ini adalah membuat mereka ‘senang’ akan hadirnya bulan Ramadhan sehingga mereka akan terus merindui bulan penuh kemuliaan ini. Senang dalam membersamainya, senang melakukan aktivitas2 kebaikan, dan semakin senang menjalankan ibadah. Semoga kelak mereka mampu menjalani puasa dengan jujur, ikhlas, sabar, dan bermanfaat, sehingga bisa menjadi orang yg bertakwa. Aaaminn..
Berikut ini adalah 15++ kata tersebut:

-Fase bulan

-Puasa

-Masjid

-Taraweh

-Qiyamul Lail

-Sahur

-Tilawah

-Berbuka puasa

-Kurma

-Sedekah

-Lailatul Qadr + i’tikaf

-Ketupat

-Takbir

-Zakat

-Idul Fitri, Mudik, & Silaturahim
Dan berikut ini penjabaran singkat yg akan kami coba lakukan, insyaAllah. Btw..ini hanyalah ‘oret-oretan’ utk saya pribadi yg akan coba saya lakukan pd anak usia 2y dan 3y. Utk ibu2 yg lain silakan mengadaptasi dengan menyesuaikan dengan usia, kapasitas, dan kesiapan anak masing2 yaa 😊
Fase bulan

*Mengenalkan awal Ramadhan dengan melihat bulan sabit (hilal)

*membuat teropong hilal dr kertas kue

*membuat fase2 bulan dr oreo (nb: oreonya pastikan tetap bersih dan disimpan kembali utk dimakan yaa, biar ga mubadzir 😄)
Puasa

*membacakan buku ttg puasa

*mengenalkan keutamaan dan tujuan puasa (tekankan poin ttg jujur, sabar, ikhlas, dan empati)

*mengajak anak menghormati orang yg berpuasa dgn tidak makan di depannya, pada anak yg lebih besar bisa mengajak utk praktik puasa

*melihat gambar/video puasa di bbg negara
Masjid

*membuat miniatur/suncather masjid (art and craft)

*mengenalkan adab saat di masjid

*menghafal doa masuk dan keluar masjid
Taraweh

*mengenalkan shaf sholat

*mengajak anak sholat taraweh di masjid dengan supervisi penuh dan (dgn catatan: selama tidak menganggu jama’ah lain)
Sholat Malam (QL)

*Mengenalkan anak keutamaan sholat malam

Memberi tahu anak waktu utama untuk sholat malam

*Cerita kisah Rasulullah saw yang senantiasa sholat malam hingga kaki Beliau saw. bengkak-bengkak
Sahur

*Mengenalkan anak keutamaan sahur

*Memberi tahu anak waktu utama untuk sahur

*Mengajak anak ikut serta ketika sahur agar mendapatkan berkah sahur
Tilawah

*Mengenalkan anak keutamaan membaca Al-qur’an

*Mengenalkan anak adab membaca Al-qur’an/iqra’

*Menyemangati anak utk lebih banyak menghabiskan waktu untuk membersamai Al-qur’an/Iqra’

*Mengajak anak untuk menghafal surat pendek

*Membaca buku terkait keutamaan tilawah
Berbuka puasa

*Mengenalkan anak bahwa saat berbuka puasa adalah waktu yg mustajab untuk berdo’a

*Mengajak anak untuk berbuka puasa di awal waktu

*Mengenalkan anak adab makan

*Melibatkan anak dlm proses mempersiapkan berbuka puasa
Kurma

*Counting kurma activity

*Mengenalkan kurma sbg makanan favourite Nabi Muhammad saw

*Mewarnai gambar kurma

*Mengenalkan bbg jenis kurma
Sedekah

*Mengajak anak membuat kotak sedekah

*Mengajak anak untuk menabung di kotak sedekah

*Mengajak anak untuk bersedekah, baik uang, makanan, pun pakaian
Lailatul Qadr

*Membaca surat Al-Qadr beserta terjemahnya

*Mengenalkan malam Lailatul Qadr dan keutamaannya

*Mengenalkan anak periatiwa turunnya Al-Qur’an di Gua Hiro

*Menyemangati anak untuk semakin giat beribadah di 10 hari terakhir Ramadhan

*Mengenalkan anak ttg i’tikaf dan mengajaknya (jika memungkinkan)
Ketupat

*Mengenalkan anak ketupat

*Crafting membuat ketupat

*Aktivitas menganyam ketupat

*Melibatkan anak dalam proses pembuatan ketupat
Takbir

*Mengenalkan anak lafadz takbir pada saat takbiran beserta artinya

*Memotivasi anak untuk menghafalnya

*Mengenalkan anak ttg bedug

*Mengenalkan anak bahaya bermain petasan dan mudharat bermain kembang api, dll
Zakat

*Mengenalkan anak ttg zakat, terutama zakat fitrah juga tujuannya

*Mengajak anak untuk ikut serta menyerahkan zakat

*Mengenalkan anak mutahiq zakat (orang2 yg berhak mendapatkan zakat)
Idul Fitri, Mudik, & Silaturahim

*Mengenalkan ttg mudik (pulang kampung) dan manfaatnya

*Mengenalkan anak tentang makna Idul Fitri

*Mengenalkan anak sunnah2 saat shalat Ied

*Mengajak anak sholat Ied di Masjid

*Mengajak anak berkeliling untuk silaturahim dan saling memaafkan ke saudara dan tetangga

*Melihat gambar/suasana lebaran di berbagai negara
Semangat membersamai bulan penuh kemuliaan 😊😊
@juliasarahrangkuti
Feel FREE to share

Jangan copas ya 😉

Sharing dari Whatsapp Group Berbagi Nasehat….

Jazakallah khair uda Acad Syahrial (y)
***
JURUS JITU MENDIDIK ANAK
<Ustadz Abdullah Zaen>
بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله
🔵 Jurus Ke-①: Mendidik Anak Perlu ‘Ilmu
‘Ilmu merupakan kebutuhan primer setiap insan dalam setiap lini kehidupannya, termasuk dalam mendidik anak. Bahkan kebutuhannya terhadap ‘ilmu dalam mendidik anak, melebihi kebutuhannya terhadap ‘ilmu dalam menjalankan pekerjaannya.
Namun, realita berkata lain. Rupanya tidak sedikit di antara kita mempersiapkan ‘ilmu untuk kerja lebih banyak daripada ‘ilmu untuk menjadi orang tua. Padahal, tugas kita menjadi orang tua itu 24 empat jam sehari semalam, termasuk saat tidur, terjaga serta antara sadar dan tidak. Sementara tugas kita dalam pekerjaan, hanya sebatas jam kerja saja.
Betapa banyak suami yang menyandang gelar “bapak” hanya karena istrinya melahirkan, sebagaimana banyak perempuan disebut “ibu” semata-mata karena dia lah yang melahirkan. Bukan karena mereka menyiapkan diri menjadi orang tua, bukan pula karena mereka memiliki kepatutan sebagai orang tua.
Padahal, menjadi orang tua harus berbekal ‘ilmu yang memadai. Sekadar memberi mereka uang dan memasukkan di sekolah unggulan, tidaklah cukup untuk membuat anak kita menjadi manusia unggul. Sebab, sangat banyak hal yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Uang memang bisa membeli tempat tidur yang mewah, tetapi bukan tidur yang lelap.

Uang bisa membeli rumah yang lapang, tetapi bukan kelapangan hati untuk tinggal di dalamnya.

Uang juga bisa membeli pesawat televisi yang sangat besar untuk menghibur anak, tetapi bukan kebesaran jiwa untuk memberi dukungan saat mereka terempas.
Betapa banyak anak-anak yang rapuh jiwanya, padahal mereka tinggal di rumah-rumah yang kokoh bangunannya. Mereka mendapatkan apa saja dari orang tuanya, kecuali perhatian, ketulusan, dan kasih sayang…!
▸ ‘Ilmu apa saja yang dibutuhkan…?

Banyak jenis ‘ilmu yang dibutuhkan orang tua di dalam mendidik anaknya. Mulai dari ‘ilmu agama dengan berbagai variannya, hingga ‘ilmu cara berkomunikasi dengan anak.
Jenis ‘ilmu agama pertama dan utama yang harus dipelajari orang tua adalah aqidah, sehingga ia bisa menanamkan aqidah yang lurus dan keîmânan yang kuat dalam jiwa anaknya. Nabî صلى الله عليه و سلم mencontohkan bagaimana membangun pondasi tersebut dalam jiwa anak, dalam salah satu sabdanya untuk ‘Abdullôh ibn ‘Abbâs رضي الله عنهما:
إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه

(arti) “Apabila engkau memohon, mohonlah kepada الله, dan apabila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada الله.” [HR at-Tirmidzî ~ beliau berkomentar: “hasan shohîh”].
Selanjutnya, ‘ilmu tentang cara ibadah, terutama sholât dan cara thoharoh (bersuci), demi merealisasikan wasiat Nabî صلى الله عليه و سلم untuk para orang tua:
مُرُوا أَوْلَادَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَهُمْ أَبْنَاءُ سَبْعِ سِنِينَ، وَاضْرِبُوهُمْ عَلَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْر

(arti) “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk sholât saat berumur 7 tahun, dan pukullah jika enggan saat mereka berumur 10 tahun.” [HR Abû Dâwûd ~ dinilai shohîh oleh Syaikh al-Albânî].
Bagaimana mungkin orang tua akan memerintahkan sholât pada anaknya, apabila ia tidak mengerti tata-cara sholât yang benar. Mampukah orang yang tidak mempunyai sesuatu untuk memberikan sesuatu kepada orang lain…?
Berikutnya, ‘ilmu tentang akhlaq, mulai adab terhadap orang tua, tetangga, teman, tidak lupa adab keseharian si anak. Bagaimana cara makan, minum, tidur, masuk rumah, kamar mandi, bertamu dan lain-lain. Dalam hal ini Nabî صلى الله عليه و سلم mempraktekkannya sendiri, antara lain ketika Beliau صلى الله عليه و سلم bersabda menasehati seorang anak kecil:
يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَكُلْ بِيَمِينِكَ

(arti) “Wahai Ananda, ucapkanlah bismillâh (sebelum engkau makan) dan gunakanlah tangan kananmu.” [HR al-Bukhôrî dan Muslim, dari ‘Umar ibn Abî Salamah].
Yang tidak kalah pentingnya adalah: ‘ilmu seni berinteraksi dan berkomunikasi dengan anak. Bagaimana kita menghadapi anak yang hiperaktif, atau sebaliknya yang pendiam. Bagaimana membangun rasa percaya diri dalam diri anak. Bagaimana memotivasi mereka untuk gemar belajar. Bagaimana menumbuhkan bakat yang ada dalam diri anak kita. Serta berbagai konsep-konsep dasar pendidikan anak lainnya.
🔵 Jurus Ke-②: Mendidik Anak Perlu Keshôlihan Orang Tua
Tentu anda masih ingat kisah “petualangan” Nabî Khidhir عليه السلام dengan Nabî Mûsâ عليه السلام, bukan…?
Ya, di antara penggalan kisahnya adalah apa yang الله Subhânahu wa Ta‘âlâ sebutkan dalam QS al-Kahfi (18), manakala mereka berdua memasuki suatu kampung dan penduduknya enggan untuk sekedar menjamu mereka berdua. Sebelum meninggalkan kampung tersebut, mereka menemukan rumah yang hampir ambruk. Lalu dengan ringan tangan Nabî Khidhir عليه السلام memperbaiki tembok rumah tersebut, tanpa meminta upah dari penduduk kampung. Nabî Mûsâ عليه السلام terheran-heran melihat tindakannya. Nabî Khidhir pun beralasan, bahwa rumah tersebut milik dua anak yatim dan di bawahnya terpendam harta peninggalan orang tua mereka yang shôlih, di mana الله berkehendak menjaga harta tersebut hingga kedua anak tersebut dewasa dan mengambil manfaat dari harta itu.
Para Ahli Tafsir menyebutkan bahwa di antara pelajaran yang bisa dipetik dari kisah di atas adalah: الله akan menjaga keturunan seseorang manakala ia shôlih walaupun ia telah wafat sekalipun.
Subhânallôh, begitulah dampak positif keshôlihan orang tua…!
Sekalipun telah wafat, masih tetap dirasakan oleh keturunannya. Bagaimana halnya ketika ia masih hidup? Maka tentu lebih besar dan lebih besar lagi dampak positifnya.
▸ Urgensi keshôlihan orang tua dalam mendidik anak

Kita semua mempunyai keinginan dan cita-cita yang sama, yaitu ingin agar keturunan kita menjadi anak yang shôlih dan shôlihah. Namun, terkadang kita lupa bahwa modal utama untuk mencapai cita-cita mulia tersebut ternyata adalah: keshôlihan dan ketaqwaan kita selaku orang tua…!
Alangkah lucunya, manakala kita berharap anak menjadi shôlih dan bertaqwa, sedangkan kita sendiri berkubang dalam maksiat dan dosa…?
Keshôlihan jiwa dan perilaku orang tua mempunyai andil yang sangat besar dalam membentuk keshôlihan anak. Sebab, ketika si anak membuka matanya di muka Bumi ini, yang pertama kali ia lihat adalah ayah dan bundanya. Manakala ia melihat orang tuanya berhias akhlaq mulia serta tekun beribadah, niscaya itulah yang akan terekam dengan kuat di benaknya, dan in syâ’-Allôh itu pun juga yang akan ia praktekkan dalam kesehariannya.
Pepatah mengatakan: “buah takkan jatuh jauh dari pohonnya”. Betapa banyak ketaqwaan pada diri anak disebabkan ia mengikuti ketaqwaan kedua orang tuanya atau salah seorang dari mereka. Ingat karakter dasar manusia, terutama anak kecil, yang suka meniru…!
▸ Beberapa contoh aplikasi nyatanya

Manakala kita menginginkan anak kita rajin untuk mendirikan sholât lima waktu, raihlah tangannya dan berangkatlah ke Masjid bersama. Bukan hanya dengan berteriak memerintahkan anak pergi ke Masjid, sedangkan anda asyik menonton televisi.
Jika anda berharap anak rajin membaca al-Qur’an, ramaikanlah rumah dengan lantunan ayat-ayat suci al-Qur’an yang keluar dari lisan ayah, ibu, ataupun kaset dan radio. Jangan malah anda menghabiskan hari-hari dengan membaca koran, diiringi lantunan langgam gendingan atau suara biduanita yang mendayu-dayu…!
Kalau anda menginginkan anak jujur dalam bertutur kata, hindarilah berbohong sekecil apapun. Tanpa disadari, ternyata sebagai orang tua kita sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak jalan-jalan mengelilingi perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengatakan: “Bapak hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya. Sebentaaar saja ya sayang…”, tetapi ternyata, kita malah pulang malam…!?!
Di dalam contoh di atas, sejatinya kita telah berbohong kepada anak, dan itu akan ditiru olehnya.
Terus apa yang sebaiknya kita lakukan…?
Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan lembut dan penuh kasih serta pengertian: “Sayang, bapak mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo bapak ke kebun binatang, in syâ’-Allôh kamu bisa ikut.”
Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya akan membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita perlu bersabar dan melakukan pengertian kepada mereka secara terus-menerus. Perlahan anak akan memahami mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut.
Anda ingin anak jujur…? Mulailah dari diri Anda sendiri…!
▸ Sebuah renungan

Tidak ada salahnya kita putar ingatan kepada beberapa puluh tahun ke belakang, saat sarana informasi dan telekomunikasi masih amat terbatas, lalu kita bandingkan dengan jaman ini dan dampaknya yang luar biasa untuk para orang tua dan anak.
Dahulu, masih banyak ibu-ibu yang rajin mengajari anaknya mengaji, namun sekarang mereka telah sibuk dengan acara televisi. Dahulu ibu-ibu dengan sabar bercerita tentang kisah para Nabiyullôh, para Shohâbat hingga teladan dari para ‘Ulamâ’, sekarang mereka lebih nyaman untuk menghabiskan waktu ber-facebook-an dan akrab dengan artis di televisi. Dahulu bapak-bapak mengajari anaknya sejak dini tata-cara wudhu’, sholât, dan ibadah primer lainnya, sekarang mereka sibuk mengikuti berita transfer pemain bola…!
Bagaimana kondisi anak-anak saat ini, dan apa yang akan terjadi di negeri kita 50 tahun ke depan, jika kondisi kita terus seperti ini…?!?
Jika kita tidak ingin menjumpai mimpi buruk kehancuran negeri ini, persiapkan generasi muda sejak sekarang. Kemudian untuk merealisasikan hal itu, mulailah dengan memperbaiki diri kita sendiri selaku orang tua, sebab mendidik anak memerlukan keshôlihan orang tua.
🔵 Jurus Ke-③: Mendidik Anak Perlu Keikhlashan
Ikhlash merupakan ruh bagi setiap amalan. Amalan tanpa disuntik keikhlashan bagaikan jasad yang tak bernyawa, termasuk juga enis amalan yang harus dilandasi keikhlashan adalah mendidik anak.
Apa maksudnya…?
Maksudnya adalah: rawat dan didik anak dengan penuh ketulusan dan niyat ikhlash semata-mata mengharapkan keridhoan الله Subhânahu wa Ta‘âlâ.
Canangkan niat semata-mata untuk الله dalam seluruh aktivitas edukatif, baik berupa perintah, larangan, nasehat, pengawasan maupun hukuman. Iringilah setiap kata yang kita ucapkan dengan keikhlashan.
Bahkan, di dalam setiap perbuatan yang kita lakukan untuk merawat anak, entah itu bekerja membanting tulang guna mencari nafkah untuknya, menyuapinya, memandikannya, hingga mengganti popoknya, niyatkanlah semata karena mengharap ridha الله Subhânahu wa Ta‘âlâ.
▸ Apa sih kekuatan keikhlashan…?
Ikhlash memiliki dampak kekuatan yang begitu dahsyat, di antaranya:
✓ Dengan ketulusan, suatu aktivitas akan terasa ringan.

Proses membuat dan mendidik anak, mulai dari mengandung, melahirkan, menyusui, merawat, membimbing hingga mendidik, jelas membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Puluhan tahun! Tentu di rentang waktu yang cukup panjang tersebut, terkadang muncul dalam hati rasa jenuh dan kesal karena ulah anak yang kerap menjengkelkan. Seringkali tubuh terasa super capek karena banyaknya pekerjaan; cucian yang menumpuk, berbagai sudut rumah yang sebentar-sebentar perlu dipel karena anak ngompol di sana sini dan tidak ketinggalan mainan yang selalu berserakan dan berantakan di mana-mana.
Anda ingin seabreg pekerjaan itu terasa ringan…?
Jalanilah dengan penuh ketulusan dan keikhlashan…!
Sebab seberat apapun pekerjaan, jika dilakukan dengan ikhlas insyaAllah akan terasa ringan, bahkan menyenangkan. Sebaliknya, seringan apapun pekerjaan, kalau dilakukan dengan keluh kesah pasti akan terasa seberat gunung dan menyebalkan.
✓ Dengan keikhlashan, ucapan kita akan berbobot.

Sering kita mencermati dan merasakan bahwa di antara kata-kata kita, ada yang sangat membekas di dada anak-anak yang masih belia hingga mereka dewasa kelak. Sebaliknya, tak sedikit ucapan yang bahkan kita teriakkan keras-keras di telinganya, ternyata berlalu begitu saja bagai angin malam yang segera hilang kesejukannya begitu mentari pagi bersinar.
Apa yang membedakan…?
Salah satunya adalah kekuatan yang menggerakkan kata-kata kita. Jika anda ucapkan kata-kata itu untuk sekedar meluapkan amarah, maka anak-anak itu akan mendengarnya sesaat dan sesudah itu hilang tanpa bekas. Namun jika anda ucapkan dengan sepenuh hati sambil mengharapkan turunnya hidayah untuk anak-anak yang anda lahirkan dengan susah payah itu, in syâ’-Allôh akan menjadi perkataan yang berbobot. Sebab, bobot kata-kata kita kerap bersumber bukan dari manisnya tutur kata, melainkan karena kuatnya penggerak dari dalam dada; îmân kita dan keikhlashan kita.
✓ Dengan keikhlashan anak kita akan mudah diatur.

Jangan pernah meremehkan perhatian dan pengamatan anak kita. Anak yang masih putih dan bersih dari noda dosa akan begitu mudah merasakan suasana hati kita. Dia bisa membedakan antara tatapan kasih sayang dengan tatapan kemarahan, antara dekapan ketulusan dengan pelukan kejengkelan, antara belaian cinta dengan cubitan kesal. Bahkan, ia pun bisa menangkap suasana hati orang tuanya, sedang tenang dan damaikah, atau sedang gundah gulana?
Manakala si anak merasakan ketulusan hati orang tuanya dalam setiap yang dikerjakan, ia akan menerima arahan dan nasehat yang disampaikan ayah dan bundanya, karena ia menangkap bahwa segala yang disampaikan padanya adalah semata demi kebaikan dirinya.
✓ Dengan keikhlashan kita akan memetik buah manis pahala.

Keikhlashan bukan hanya memberikan dampak positif di Dunia, namun juga akan membuahkan pahala yang amat manis di alam sana, yang itu berujung kepada berkumpulnya orang tua dengan anak-anaknya di negeri keabadian: Syurga الله yang penuh dengan keindahan dan kenikmatan:
وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ

(arti) “Orang-orang yang berîmân, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keîmânan, Kami akan pertemukan mereka dengan anak cucu mereka.” [QS ath-Thur () ayat 21].
Dipertemukan di mana?
Di Syurga الله Subhânahu wa Ta‘âlâ…!
Mulailah dari sekarang, latih dan biasakan diri untuk ikhlash dari sekarang, sekecil apapun perbuatan yang kita lakukan.
Kalau engkau bangun di tengah malam untuk membuatkan susu buat anakmu, aduklah ia dengan penuh keikhlashan sambil mengharap agar setiap tetes yang masuk kerongkongannya akan menyuburkan setiap benih kebaikan dan menyingkirkan setiap bisikan yang buruk.
Kalau engkau menyuapkan makanan untuknya, suapkanlah dengan penuh keikhlashan sembari memohon kepada الله agar setiap makanan yang mengalirkan darah di tubuh mereka akan mengokohkan tulang-tulang mereka, membentuk daging mereka, dan membangkitkan jiwa mereka sebagai penolong-penolong agama الله.
Sehingga dengan itu, semoga setiap suapan yang masuk ke mulut mereka akan membangkitkan semangat dan meninggikan martabat. Mereka akan bersemangat untuk senantiasa menuntut ‘ilmu, beribadah dengan tekun kepada الله, dan meninggikan agama-Nya. Âmîn yâ mujîbassâ‘ilîn…
🔵 Jurus Ke-④: Mendidik Anak Perlu Kesabaran
Sabar merupakan salah satu syarat mutlak bagi mereka yang ingin berhasil mengarungi kehidupan di Dunia. Kehidupan yang tidak lepas dari susah dan senang, sedih dan bahagia, musibah dan nikmat, menangis dan tertawa, sakit dan sehat, lapar dan kenyang, rugi dan untung, miskin dan kaya, serta mati dan hidup.
Di antara episode perjalanan hidup yang membutuhkan kesabaran ekstra adalah masa-masa mendidik anak. Sebab, rentang waktunya tidak sebentar, dan seringkali anak berperilaku yang tidak sesuai dengan harapan kita.
▸ Contoh aplikasi kesabaran:
✓ Sabar dalam membiasakan perilaku baik terhadap anak.

Anak bagaikan kertas yang masih putih, tergantung siapa yang menggoreskan lukisan di atasnya. Rosûlullôh صلى الله عليه و سلم menggambarkan hal itu dalam sabdanya:
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِه

(arti) “Setiap bayi lahir dalam keadaan fithroh. Orang tuanya lah yang akan menjadikan ia Yahûdi, Nashrônî, atau Majûsi.” [HR al-Bukhôrî dan Muslim, dari Abû Huroiroh رضي الله عنه].
Andaikan sejak kecil anak dibiasakan berperilaku baik, mulai dari taat beribadah hingga adab mulia dalam keseharian, insyaAllah hal itu akan sangat membekas dalam dirinya. Sebab mendidik di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu.
Mengukir di atas batu membutuhkan kesabaran dan keuletan, namun jika ukiran tersebut telah jadi, niscaya ia akan awet dan tahan lama.
✓ Sabar dalam menghadapi pertanyaan anak.

Menghadapi pertanyaan anak, apalagi yang baru saja mulai tumbuh dan menginginkan untuk mengetahui segala sesuatu yang ia lihat, memerlukan kesabaran yang tidak sedikit.
Terkadang timbul rasa jengkel dengan pertanyaan anak yang tidak ada habis-habisnya, hingga kerap kita kehabisan kata-kata untuk menjawab pertanyaannya. Sesungguhnya, kesediaan anak untuk bertanya kepada kita, “seburuk” apapun pertanyaan yang ia lontarkan, merupakan pertanda bahwa mereka memberikan kepercayaannya kepada kita untuk menjawab.
Maka, jalan terbaik adalah menghargai kepercayaannya dengan tidak mematikan kesediaannya untuk bertanya, serta memberikan jawaban yang mengena dan menghidupkan jiwa.
Jika kita ogah-ogahan untuk menjawab pertanyaan anak atau menjawab sekenanya atau bahkan justru menghardiknya, hal itu bisa berakibat fatal. Anak tidak lagi percaya dengan kita, sehingga ia akan mencari orang di luar rumah yang dianggapnya bisa memuaskan pertanyaan-pertanyaannya. Di mana tidak ada yang bisa menjamin bahwa orang yang ditemuinya di luar adalah orang baik-baik. Ingat betapa rusaknya pergaulan di luar saat ini…!
✓ Sabar menjadi pendengar yang baik.

Banyak orang tua adalah pendengar yang buruk bagi anak-anaknya. Bila ada suatu masalah yang terjadi pada anak, orang tua lebih suka menyela, langsung menasihati tanpa mau bertanya permasalahannya serta asal-usul kejadiannya.
Salah satu contoh, anak kita baru saja pulang sekolah yang mestinya siang ternyata baru pulang sore hari. Kita tidak mendapat pemberitahuan apapun darinya atas keterlambatan tersebut. Tentu saja kita merasa kesal menunggu, sekaligus juga khawatir. Lalu pada saat anak kita sampai dan masih lelah, kita langsung menyambutnya dengan serentetan pertanyaan dan omelan. Bahkan setiap kali anak hendak berbicara, kita selalu memotongnya, dengan ungkapan: “Sudah-sudah tidak perlu banyak alasan”, atau: “Ah, Papa / Mama tahu kamu pasti main ke tempat itu lagi kan..!?!”
Akibatnya, ia malah tidak mau bicara dan marah pada kita. Pada saat seperti itu, yang sangat dibutuhkan oleh seorang anak adalah ingin didengarkan terlebih dahulu dan ingin diperhatikan. Mungkin keterlambatannya ternyata disebabkan adanya tugas mendadak dari sekolah. Ketika anak tidak diberi kesempatan untuk berbicara, ia merasa tidak dihargai dan akhirnya ia juga berbalik untuk tidak mau mendengarkan kata-kata kita.
Yang sebaiknya dilakukan adalah, kita memulai untuk menjadi pendengar yang baik. Berikan kepada anak waktu yang seluas-luasnya untuk mengungkapkan segalanya. Bersabarlah untuk tidak berkomentar sampai saatnya tiba. Ketika anak sudah selesai menjelaskan duduk permasalahan, barulah anda berbicara dan menyampaikan apa yang ingin anda sampaikan.
✓ Sabar manakala emosi memuncak.

Hendaknya kita tidak memberikan sanksi atau hukuman pada anak ketika emosi kita sedang memuncak, karena pada saat emosi kita sedang tinggi, apa pun yang keluar dari mulut kita, cenderung untuk menyakiti dan menghakimi, tidak untuk menjadikan anak lebih baik.
Yang seyogyanya dilakukan adalah: bila kita dalam keadaan sangat marah, segeralah menjauh dari anak. Pilihlah cara yang tepat untuk menurunkan amarah kita dengan segera. Bisa dengan mengamalkan tuntunan Nabî صلى الله عليه و سلم, yakni berwudhu’.
Jika kita bertekad untuk tetap memberikan sanksi, tundalah sampai emosi kita mereda. Setelah itu, pilih dan susunlah bentuk hukuman yang mendidik dan tepat dengan konteks kesalahan yang diperbuatnya. Ingat, prinsip hukuman adalah untuk mendidik, bukan untuk menyakiti.
Berakit-rakit ke hulu. Pepatah ‘Arab mengatakan: “Sabar bagaikan buah brotowali, pahit rasanya, namun kesudahannya lebih manis daripada madu”.
Sabar dalam mendidik anak memang terasa berat, namun tunggulah buah manisnya kelak di Dunia maupun di Akhirat. Di Dunia mereka akan menjadi anak-anak yang menurut kepada orang tuanya, in syâ’-Allôh, dan manakala kita telah masuk di Alam Akhirat, mereka akan terus mendo‘akan kita, sehingga curahan pahala terus mengalir deras. Semoga…
🔵 Jurus Ke-⑤: Mendidik Anak Perlu Iringan Do‘a
Beberapa saat lalu saya mampir Sholât Jum‘at di Masjid salah satu perumahan di bilangan Sokaraja, Banyumas. Di sela-sela khutbahnya, Khotîb bercerita tentang kejadian yang menimpa sepasang suami istri. Keduanya terkena stroke, namun sudah sekian bulan tidak ada satu pun di antara anaknya yang datang menjenguk.
Manakala dibesuk oleh si Khotîb, sang bapak bercerita sambil menangis terisak: “Mungkin الله telah mengabulkan do‘a saya. Sekarang inilah saya merasakan akibat dari do‘a saya! Dahulu saya selalu berdo‘a agar anak-anak saya jadi ‘orang’. Berhasil, kaya, sukses dst. Benar, ternyata الله mengabulkan seluruh permintaan saya. Semua anak saya sekarang menjadi orang kaya dan berhasil. Mereka tinggal di berbagai pulau di Tanah Air, jauh dari saya. Memang mereka semua mengirimkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit, dan semua menelpon saya untuk segera berobat. Namun, bukan itu yang saya butuhkan saat ini. Saya ingin belaian kasih sayang tangan mereka. Saya ingin dirawat dan ditunggu mereka, sebagaimana dulu saya merawat mereka.”
Iya, berhati-hatilah anda dalam memilih redaksi do‘a, apalagi jika itu ditujukan untuk anak anda. Tidak ada redaksi yang lebih baik dibandingkan redaksi do‘a yang diajarkan dalam al-Qur-ân dan al-Hadîts.
“Robbanâ hablanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrota ‘ayun, waj‘alnâ lil muttaqîna imâmâ” – Wahai Robb kami, karuniakanlah pada kami pasangan dan keturunan yang menyejukkan pandangan mata. Serta jadikanlah kami imâm bagi kaum Muttaqin [lihat: QS al-Furqôn (25) ayat 74].
▸ Seberapa besar sih kekuatan do‘a…?
Sebesar apapun usaha orang tua dalam merawat, mendidik, menyekolahkan dan mengarahkan anaknya, andaikan الله Subhânahu wa Ta‘âlâ tidak berkenan untuk menjadikannya anak shôlih, niscaya ia tidak akan pernah menjadi anak shôlih.
Hal ini menunjukkan betapa besar kekuasaan الله dan betapa kecilnya kekuatan kita. Ini jelas memotivasi kita untuk lebih membangun ketergantungan dan rasa tawakkal kita kepada الله Subhânahu wa Ta‘âlâ, dengan cara antara lain:

▫ memperbanyak menghiba,

▫ merintih,

▫ memohon bantuan dan pertolongan dari الله dalam segala sesuatu, terutama dalam hal mendidik anak.
Secara khusus, do‘a orang tua untuk anaknya begitu spesial. Rosûlullôh صلى الله عليه و سلم menjelaskan hal itu dalam sabdanya:
ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْوَالِدِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

(arti) “Tiga do‘a yang akan dikabulkan tanpa ada keraguan sedikit pun: do‘a orang tua, do‘a musafir, dan do‘a orang yang dizhôlimi.” [HR Abû Dâwûd, dari Abû Huroiroh رضي الله عنه ~ dinyatakan “hasan” oleh Syaikh al-Albânî].
▸ Sejak kapan kita mendo‘akan anak kita…?
Sejak anda melakukan proses hubungan suami istri telah disyari‘atkan untuk berdo‘a demi keshôlihan anak anda. Rosûlullôh صلى الله عليه و سلم mengingatkan:
إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا أَتَى أَهْلَهُ وَقَالَ: “بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبْ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا” فَرُزِقَا وَلَدًا لَمْ يَضُرَّهُ الشَّيْطَانُ

(arti) “Jika salah seorang dari kalian sebelum bersetubuh dengan istrinya ia membaca: ‘bismillâh, allôhumma jannibnasysyaithôna wa jannibisysyaithôna mâ rozaqtanâ’ (dengan nama الله, wahai الله, jauhkanlah kami dari Syaithôn dan jauhkanlah Syaithôn dari apa yang Engkau karuniakan pada kami), lalu mereka berdua dikaruniai anak, niscaya Syaithôn tidak akan bisa mencelakakannya.” [HR al-Bukhori no 3271; Muslim no 3519, dari Ibnu ‘Abbâs رضي الله عنهما].
Ketika anak telah berada di kandungan pun, jangan pernah lekang untuk menengadahkan tangan dan menghadapkan diri kepada الله Subhânahu wa Ta‘âlâ untuk memohon agar kelak keturunan yang lahir ini menjadi generasi yang baik. Nabî Ibrôhîm عليه الصلاة و السلام mencontohkan:
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

(arti) “Wahai Robbi, anugerahkanlah kepadaku (anak) yang termasuk orang-orang shôlih.” [QS ash-Shôffât (37) ayat 100].
Nabî Zakariyyâ عليه السلام juga demikian:
رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

(arti) “Wahai Robbi, berilah aku dari sisi-Mu keturunan yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do‘a.” [QS Âli ‘Imrôn (3) ayat 38].
Setelah lahir hingga anak dewasa sekalipun, kawal dan iringilah terus dengan doa. Pilihlah waktu-waktu yang mustajab. Antara adzan dengan iqamah, dalam sujud dan di sepertiga malam terakhir misalnya.Bahkan tidak ada salahnya ketika berdoa, Anda perdengarkan doa tersebut di hadapan anak Anda. Selain untuk mengajarkan doa-doa nabawi tersebut, juga agar dia melihat dan memahami betapa besar harapan Anda agar dia menjadi anak salih.
▸ Awas, hati-hati…!
Do‘a orang tua itu mustajab, baik do‘a tersebut bermuatan baik maupun buruk. Maka berhati-hatilah, wahai para orang tua. Terkadang ketika anda marah, tanpa terasa terlepas kata-kata yang kurang baik terhadap anak anda, lalu الله mengabulkan ucapan tersebut, akibatnya anda menyesal seumur hidup.
Dikisahkan ada seorang yang mengadu kepada Imâm Ibnu al-Mubarok رحمه الله mengeluhkan tentang anaknya yang durhaka. Beliau bertanya: “Apakah engkau pernah mendo‘akan tidak baik untuknya?”

“Ya” sahutnya.

“Engkau sendiri yang merusak anakmu!” pungkas sang Imâm.
Semoga pemaparan singkat di atas bisa menggambarkan pada kita pentingnya ‘ilmu di dalam mendidik anak. Sehingga diharapkan bisa mendorong kita untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan pengetahuan kita, menghadiri majlis ta’lim, membaca buku-buku panduan pendidikan – agar kita betul-betul menjadi orang tua yang sebenarnya, bukan sekedar orang yang lebih tua dari anaknya…!
Semoga الله senantiasa meridhai setiap langkah baik kita, âmîn…
وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله و صحبه أجمعين
»»•««

Assalamu’alaikum warohamatullohi wabarokatuh

Berikut ini adalah kurikulum yang saya adaptasi untuk kegiatan belajar anak-anak saya di rumah. Kurikulum ini saya ambil dari website ummiummi.com. Alhamdulillah materinya mudah untuk diajarkan pada anak-anak. Selamat mencoba ya.

A. AKU (3 Pekan)

  1. Identitasku  (Nama, umur, jenis kelamin, nama ayah ibu, alamat rumah)
  2. Nama anggota tubuh (kepala, rambut, mata, telinga, hidung, mulut, tangan, dll)
  3. Ciri anggota tubuh (warna, bentuk, jumlah).
  4. Kesukaanku (makanan, minuman, permainan, kegiatan, dll)
  5. Alat indra dan fungsinya (mata, telinga, hidung, mulut, tangan)
  6. Macam-macam rasa (manis, pahit, asin, asam, pedas)
  7. Macam-macam perabaan (kasar, halus,tajam, panas, dingin)
  8. Macam-macam pembauan(wangi, amis/anyir, busuk, sedap)
  9. Macam-macam suara (keras, lembut, nyaring, melengking, mendengung, menggema)
  10. Macam-macam penglihatan(jelas, buram, jauh, dekat, silau, gelap, terang, samar)

B. Lingkunganku (4 Pekan)

  1. Anggota Keluargaku
  2. Kebiasaan dalam keluarga (sehari-hari, sewaktu-waktu)
  3. Tugas anggota keluarga
  4. Tata tertib dalam keluarga
  5. Binatang peliharaanku
  6. Guna Rumah (beristirahat, berteduh, berkumpul keluarga)
  7. Macam rumah :
    • Berdasarkan bahan pembuatannya: rumah kayu, rumah ijuk, rumah bambu, rumah bata)
    • Berdasarkan kegunaannya : rumah tinggal, kantor, istana, tempat ibadah, tempat berobat, tempat binatang (kandang, sarang), tempat jual beli (toko, depot, warung, rumah makan, kios, supermarket)
  8. Bagina-bagian dalam rumah (pintu, jendela, atap, garasi, ruang tamu, ruang makan, kamar tidur, ruang makan)
  9. Perkakas rumah
  10. Lingkungan rumah (kebun, halaman, kolam, tetangga)
  11. Guna sekolah dan tata tertib sekolah
  12. Alat sekolah, bagian-bagian sekolah dan kegunaannya
  13. Lingkungan sekolah

C. Kebutuhanku (4 Pekan)

  1. Macam, kegunaan makanan dan minuman
  2. Asal, persyaratan makanan dan minuman sehat
  3. Alat, tata tertib makan dan minum
  4. Macam dan kegunaan pakaian
  5. Beda pakaian muslim dan muslimah
  6. Tata tertib berpakaian
  7. Cara menjaga kesehatan dan kebersihan
  8. Akibat tidak menjaga kebersihan dan kesehatan
  9. Cara menjaga benda obat (korek api, pisau, paku, pecahan kaca, listrik)

D. Binatang (3 Pekan)

  1. Macam binatang
    • Binatang kesayangan
    • Binatang ternak
    • Binatang liar
    • Serangga
    • Burung
    • Ikan
  2. Makanan binatang
  3. Tempat tinggal binatang
  4. Cara berkembang biak binatang
  5. Kegunaan dan bahaya binatang
  6. Ciri- ciri binatang

E. Tanaman (3 Pekan)

  1. Macam tanaman
    • Pohon (cemara, pisang, beringin, kelapa)
    • Perdu/semak (cabe, tomat, terong)
    • Rumput (alang-alang, pandan, serai, dll)
  2. Guna Tanaman
    • Dimakan (buah, sayur, biji, air tebu, umbi)
    • Hiasan (bunga, tanaman hias)
    • Obat (jahe, temulawak, dll)
    • Bangunan
  3. Cara Memelihara Tanaman (disiram, di pupuk, dibersihkan)

SEMESTER II

A. BEPERGIAN (4 Pekan)

  1. Macam-macam kendaraan (darat, laut, udara)
  2. Guna Kendaraan
  3. Nama pengemudi dan tempat pemberhentiannya
  4. Bagian-bagian kendaraan
  5. Arti dan tata tertib bepergian
  6. Perlengkapan bepergian

B. PEKERJAAN (3 Pekan)

  1. Macam pekerjaan dan tugasnya
  2. Tempat bekerja
  3. Alat/perlengkapan kerja

C. AIR, UDARA, API (2 Pekan)

  1. Macam air
  2. Guna dan bahaya air, udara, api
  3. Asal dan sifat air, udara, api
  4. Arang, bara, asap dan abu

D. ALAT KOMUNIKASI (2 Pekan)

  1. Macam dan cara menggunakan alat komunikasi
  2. Dampak baik dan buruk alat komunikasi
  3. Bentuk alat komunikasi
  4. Macam-macam benda pos

E. TANAH AIRKU (3 Pekan)

  1. Nama negara dan ibu kota negara
  2. Presiden dan wakil presiden
  3. Pulau-pulau dan kota-kota besar di Indonesia
  4. Agama-agama dan suku-suku di Indonesia
  5. Pencaharian dan tata cara kehidupan di kota, desa dan pesisir
  6. Mengenal tempat tinggal anak

F. ALAM SEMESTA (3 Pekan)

  1. Alloh pencipta alam semesta
  2. Alloh pencipta gejala alam
  3. Guna matahari, bulan, bintang dan langit
  4. Macam-macam gejala alam (siang, malam, banjir, gunung meletus, gempa bumi, tanah longsor, angin puyuh, petir, ombak, pelangi)
  5. Menjaga dan memelihara lingkungan alam semesta
  6. Kapan dapat dilihat (bulan di malam hari, pelangi setelah hujan, matahari di siang hari)

Note : Untuk usia play group tanpa tema Tanah airku

AQIDAH

Tujuan : Anak faham/mempunyai keyakinan yang mantap dalam memeluk agama Islam

Membiasakan mengucap kalimat thayyibah (baik)

  1. Bacaan syahadat
    • اشهد ان لا اله الا الله واشهد ان محمدا عبده و رسوله

      Artinya: “Aku bersaksi tiada sesembahan yang haq (benar)disembah selain Allah dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam adalah hamba Allah dan utusan Allah.

  2. Bacaan basmallah

بسم الله الرحمن الرحيم

3.  Bacaan Ta’awudz

ااعوذ بالله من الشيطان الرجيم

4.  Bacaan tasbih, tahmid, takbir

سبحان الله الحمد لله الله اكبر

5.  Bacaan istighfar

ااستغفر الله

6.  Bacaan ketika berjanji, ketika kagum dan heran

اان شاء الله ما شاء الل

7.  Bacaan istirja’

اانا لله و انااليه راجعون

8.  Bacaan tahlil

لا اله الا الله

MENGENAL ALLOH

  1. Alloh Maha Esa
    • Tidak beranak, tidak beristri, pencipta dan pemilik segala sesuatu, pemberi rizki, yang menghidupkan dan mematikan.
    • Tiada yang berhaq di ibadahi selain Alloh
  2. Berdo’a, berkurban, bernadzar, takut dan berharap hanya kepada Alloh
  3. Alloh tidak sama dan  tidak serupa dengan ciptaanNya, mempunyai nama-nama dan sifat yang baik
    • Ar Rahmaan artinya Maha Pengasih
    • Ar Rahiim artinya Maha Penyayang
    • Al ‘aliim artinya Maha Tahu
    • As Sami’ artinya Maha Mendengar
    • Al Ghoniy artinya Maha Kaya
  4. Nama Alloh ada banyak dan tidak ada yang tahu jumlahnya kecuali Alloh sendiri. Nama Alloh selalu dengan sifat-sifatNya. Diantara sifat-sifat Alloh :
    • Ar rahmaan artinya bersemayam di atas arsy  (Q.S. Thaha :5)
    • Dan kekallah wajah Robbmu (Ar rahmaan : 7)
    • Diantara para rasul ada yang Allah berbicara langsung dengannya (Al baqarah :253)
    • Bahkan kedua tangan Allah terbentang (Al Maidah 64)
    • Dan datanglah Robbmu (Al Fajr:22)
  5. Mengenal Malaikat. Sifat Malaikat :
    • Malaikat di ciptakan dari cahaya, tidak berhenti bertasbih dan selalu taat kepada Alloh.
    • Malaikat memiliki tubuh yang sangat besar, serta mampu mengeluarkan suara yang sangat keras, sangat kuat dan memiliki akal yang cerdas.
    • Malaikat memiliki sayap yang berbeda-beda, ada yang memiliki 2, 3, 4 bahkan malaikat Jibril mempunyai 600 sayap.
    • Malaikat dapat berubah wujud menjadi bentuk manusia.

Demikian kurikulum yang saya pakai untuk anak-anak saya. Walaupun sebenanya materi di atas belum tuntas saya terapkan pada anak-anak saya. Saya sungguh terbantu dengan materi tersebut. Untuk waktu dalam setiap subbab di atas, saya tidak terpaku persis sesuai petunjuk di atas. Semua tergantung dari kemampuan masing-masing anak dalam cara penerimaannya. Terima kasih atas sharing dari ummiummi.com. Semoga kedepannya ada yang lebih bisa menyempurnakan atau menambahkan.

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

 

 

 

 

*Tiga doa yang janganlah kau lupakan dalam sujud*
1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan husnul khotimah :

Allahumma inni as’aluka husnal khotimah

Artinya : ” Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah ”
2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum wafat :

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

Artinya: ” Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat ”
3. Mintalah agar hati kita ditetapkan di atas Agamanya :

Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika

Artinya: ” Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU ”
Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Surga Allah